Sektor Pariwisata Menjadi Penopang Pertumbuhan Transaksi Kartu Kredit

Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan volume transaksi kartu kredit per Juli 2019 tercatat naik 7,17 persen secara tahunan (year on year/yoy). Padahal pada Juni 2019, pertumbuhan tersebut tercatat turun 1,97 persen yoy.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 September 2019  |  19:48 WIB
Sektor Pariwisata Menjadi Penopang Pertumbuhan Transaksi Kartu Kredit
Proses pencetakan kartu kredit. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mencatat pertumbuhan stagnan, pertumbuhan volume kartu kredit melonjak mengawali semester II/2019. Sektor pariwisata menjadi salah satu penopang terbesar transaksi tersebut.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan volume transaksi kartu kredit per Juli 2019 tercatat naik 7,17 persen secara tahunan (year on year/yoy). Padahal pada Juni 2019, pertumbuhan tersebut tercatat turun 1,97 persen yoy.

Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan transaksi kartu kredit perseroan sangat dipengaruhi oleh periode liburan, baik liburan nasional maupun liburan sekolah.

“Pada saat tersebut transaksi yang travel cenderung meningkat atau jika ada travel fair, nasabah membeli paket perjalanan jauh-jauh hari. Di luar masa-masa tersebut, mayoritas transaksi adalah ritel groceries, restoran, dan e-commerce,” katanya kepada Bisnsi, Senin (16/9/2019).

Perseroan mencatat, portofolio kartu kredit tumbuh 10 persen yoy per Agustus 2019, lebih tinggi dari industri rata-rata.

Direktur Utama PT Bank International Tbk. menyampaikan total transaksi kartu kredit mencapai Rp167 miliar per Agustus 2019 dengan total outstanding sebesar Rp 606,5 miliar.

Mahdan mengutarakan, salah satu penunjang pertumbuhan transaksi kartu kredit yaitu dari sektor pariwisata di samping belanja e-commerce dan retail.

“Tren penggunaan kartu kredit terus meningkat setiap bulannya. Sektor pendorong pertumbuhan berasal dari e-commerce, retail, serta traveller,” katanya kepada Bisnis, belum lama.

Hingga Agustus 2019, jumlah kartu kredit yang telah terdistribusikan tercatat lebih dari 150.000 keping. Mahdan mengatakan, perseroan akan terus mendorong peningkatan volume transaksi kartu kredit.

“Untuk dapat terus meningkatkan volume transaksi, strategi akan dititik beratkan pada program cicilan serta e-commerce,” jelasnya.

Di samping itu, perseroan tidak memasang target pertumbuhan yang terlalu agresif karena menyesuaikan dengan strategi perseroan secara keseluruhan, termasuk strategi marketing dan efisiensi cost.

Selain itu, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat pertumbuhan sales volume kartu kredit sebesar 34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, sektor pariwisata menyumbang porsi kedua terbesar dari total portofolio kartu kredit Bank BRI. “Pertumbuhan sales volume kartu kredit BRI 34 persen yoy, transaksi terkait dengan travelling saat ini menduduki porsi ke-2 terbesar,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kartu kredit

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top