Pembiayaan Akseleran Tembus Rp700 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatatkan pembiayaan senilai Rp698,32 miliar secara akumulatif hingga Agustus 2019, jauh meningkat dibandingkan dengan capaian 2018 senilai Rp210 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 September 2019  |  11:33 WIB
Pembiayaan Akseleran Tembus Rp700 Miliar
Head of Business Development PT Kemenangan Indah Makmur (KIM) John RL Siagian (dari kiri) berbincang dengan General Manager Bisnis Indonesia Event Organizer Ovie Erlina, Deputi Bisnis PT Pegadaian MR Anna Savitri, Assistant VP PT Bank Central Asia Tbk Vonny Feryanto, dan CEO KIM Fanny Suwarni usai meresmikan pembukaan Indonesia Cashless Society (ICS) Fair, di Summarecon Mall, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatatkan pembiayaan senilai Rp698,32 miliar secara akumulatif hingga Agustus 2019, jauh meningkat dibandingkan dengan capaian 2018 senilai Rp210 miliar.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas mengatakan pembiayaan yang telah disalurkan per bulan mencapai Rp70 miliar. Target pembiayaan hingga akhir tahun dipatok mencapai Rp1,1 triliun. 

“Khusus untuk 2019, target kami sampai Rp900 miliar, maka kami harus kebut pada Oktober,” ujarnya, Senin (23/9/2019). 

Borrower Akseleran masih terkonsentrasi di Jabodetabek. Namun, di wilayah lain seperti luar Jawa seperti Kalimantan, NTT, NTB dan lainnya. Guna menekan cost of fund, Ivan menerapkan minimal pembiayaan senilai Rp150 juta. 

Saat ini produk unggulan Akseleran masih didukung oleh invoice financing yang berkontribusi hingga 90% dari total bisnis Akseleran. Ke depannya, Akseleran membidik nasabah UMKM kelas menengah karena tingkat risikonya lebih terjamin ketimbang kelas mikro.  

“Yang mau kami perbesar adalah supply chain financing. Sekarang kontribusinya sekitar 10%--15%,” ujarnya. 

Selain lebih terjamin keamanannya, proses pembiayaan supply chain jauh lebih cepat dengan melakukan penilaian hanya kepada payer, tanpa menilai borrower karena telah tercatat menjadi mitra. 

Tak hanya berpusat di Jakarta, Akseleran juga mencatatkan total nilai pendanaan senilai Rp24,2 miliar pada semester I/2019, atau naik hingga 15 kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya di wilayah Jawa Timur.  

Rimba Laut, Senior Vice President Communication Akseleran mengatakan Surabaya menjadi kota dengan kontribusi terbesar bagi Akseleran di Jawa Timur dengan raihan total nilai pendanaan mencapai Rp19 miliar.

Rimba mengatakan bahwa pencapaian tersebut seiring dengan minat masyarakat di Jawa Timur dan khususnya di Surabaya semakin tinggi untuk berinvestasi di Akseleran sebagai layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending yang legal. 

Terbukti, katanya, jumlah pemberi dana pinjaman (lender) di Surabaya sudah menembus lebih dari 1.200 orang, atau tumbuh signifikan hingga 14 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

“Dengan tren menanjak ini, kami optimistis Akseleran mampu tumbuh hingga tiga kali lipat baik di Surabaya maupun di Jawa Timur pada akhir tahun ini sejalan dengan tingkat kepercayaan masyarakat setempat yang terus meningkat terhadap Akseleran,” ujar Rimba.

Di samping itu, tren positif tidak hanya terjadi dari pertumbuhan nilai pendanaan dari para lender Akseleran di Jawa Timur melainkan juga semakin menebalnya jumlah pinjaman yang disalurkan kepada para pelaku UKM. 

Menurut Rimba, secara kumulatif, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman di Jawa Timur sebesar Rp6,2 miliar per Agustus 2019 kepada hampir 300 UKM.

Akseleran mencatat, minimal pinjaman yang disalurkan oleh Akseleran sebesar Rp75 juta atau jika di luar wilayah Jabodetabek Rp150 juta dan maksimal sebesar Rp2 miliar.

Pinjaman di Akseleran mempersyaratkan agunan fleksibel berupa invoice financing atau receivable financing, capex financing, atau inventory financing.

Saat ini, Akseleran tengah mempersiapkan pendanaan series A senilai US$8,5 juta (Rp120 miliar). Namun, Ivan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut soal ini karena prosesnya masih berlanjut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Anggi Oktarinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top