Sasar Mak-Mak, Debitur BTPN Syariah Tahan Guncangan Eksternal

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) berupaya menjaga rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau finance to deposit ratio (FDR) di kisaran 97%-98%, meskipun ada sentimen penurunan suku bunga acuan dan tren perlambatan kredit perbankan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 September 2019  |  16:11 WIB
Sasar Mak-Mak, Debitur BTPN Syariah Tahan Guncangan Eksternal
BTPN Syariah. - lowongankerja1.info

Bisnis.com, SEMARANG—PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) berupaya menjaga rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau finance to deposit ratio (FDR) di kisaran 97%-98%, meskipun ada sentimen penurunan suku bunga acuan dan tren perlambatan kredit perbankan.

Direktur BTPN Syariah Gatot Adhi Prasteyo menyampaikan, perusahaan tetap berupaya menjaga FDR di level 97%-98%, meskipun ada sejumlah pengaruh eksternal, seperti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan perlambatan ekonomi yang menekan volume kredit perbankan. 

Kalangan ibu pra sejahtera tetap membutuhkan kredit untuk mengembangkan usaha. Karena kelasnya yang cenderung mikro, segmen tersebut tak goyah dengan guncangan eksternal.

 “Karena nasabah pembiayaan kita 100% golongan mikro, para ibu-ibu pra sejahtera, ini justru menjadi keunggulan. Mereka cenderung tahan goyangan eksternal,” tuturnya di Semarang, Selasa (24/9/2019). 

Sehari-hari, para nasabah pembiayaan tetap berbelanja untuk kebutuhan modal usahanya. Jumlah pinjaman berkisar Rp1,5 juta—Rp2 juta per orang. 

Untuk dapat mengakses pembiayaan tersebut, nasabah diwajibkan minimal menyimpan dana atau menabung di BTPN Syariah sebesar 10% dari jumlah pinjaman yang diajukan. Namun, komitmen nasabah sangat tinggi dalam mengelola keuangannya, sehingga jumlah tabungan mencapai 20%. 

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BTPN Syariah per Juni 2019 sebesar Rp8,88 triliun. Jadi, sekitar 20% atau Rp1,7 triliun dari DPK itu merupakan hasil tabungan nasabah pra sejahtera.

 “Kami lihat komitmen mereka sangat tinggi dalam mengelola keuangan usahanya, sekaligus keuangan keluarga. Padahal setiap nabung mungkin hanya Rp5.000 per 2 minggu, tetapi ketika dikumpulkan jumlahnya 20% dari DPK BTPN Syariah,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah nasabah pra sejahtera BTPN Syariah mencapai 3,6 juta orang secara nasional. Di Jawa Tengah, jumlah nasabah berkisar 293.000 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BTPN Syariah

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top