Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bunga Turun, BTN Mengku Kesulitan Jaring Dana Nasabah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengakui masih cukup kesulitan dalam hal penghimpunan dana, termasuk ketika suku bunga spesial deposito perseroan mulai dipangkas mengikuti tren suku bunga acuan yang telah turun 75 basis poin sepanjang tahun berjalan 2019.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  11:56 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengakui masih cukup kesulitan dalam hal penghimpunan dana, termasuk ketika suku bunga spesial deposito perseroan mulai dipangkas mengikuti tren suku bunga acuan yang telah turun 75 basis poin sepanjang tahun berjalan 2019.

Direktur Keuangan & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan debitur memiliki kecenderungan yang besar dalam menggunakan fasilitas kredit perseroan, tetapi kurang tertarik dalam menggunakan fasilitas tabungan. Hal ini menyebabkan, loan to deposits ratio (LDR) masih berada di atas 100%.

"Pertumbuhan kredit kami selalu tinggi, tetapi DPK [dana pihak ketiga] memang sangat lambat, kami juga tengah mencari caranya," katanya, Jumat (4/10/2019).

Dia menyampaikan perseroan saat masih fokus pada peningkatan upaya penghimpunan dana konvensional yakni dengan akuisisi nasabah baru, dan pendekatan nasabah existing untuk peningkatan penempatan dananya.

Namun, langkah ini diperkirakan belum akan berjalan maksimal, sehingga perseroan sangat membutuhkan penghimpunan dana non-konvensional.

Adapun, BTN akan menerbitkan sekitar Rp7,5 triliun obligasi subordinasi atau subdebt pada kuartal keempat tahun ini. Emisi ini terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp3 triliun, dan junior global bond berkisar US$200 juta hingga US$250 juta.

Untuk pinjaman bilateral sebesar Rp3 triliun, perseroan tengah berbicara dengan salah satu institusi milik negara. Perseroan memprediksi negosiasi akan berakhir pada akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn Suku Bunga
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top