Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Skandal Pencucian Uang : Investor Respons Pengunduran Diri CEO Westpac

Investor bereaksi atas pengunduran diri CEO Westpac Brian Hartzer. Beberapa melihat pengunduran dirinya tidak serta merta menyelesaikan permasalahan yang menyandung salah satu bank terbesar di Australia ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 November 2019  |  13:25 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Westpac Banking Corp Australia Brian Hartzer berbicara selama konferensi media di Sydney, Australia, 6 November 2017.  - REUTERS /David Gray
Chief Executive Officer (CEO) Westpac Banking Corp Australia Brian Hartzer berbicara selama konferensi media di Sydney, Australia, 6 November 2017. - REUTERS /David Gray

Bisnis.com, JAKARTA – CEO Westpac Banking Corp. Brian Hartzer memutuskan untuk mengundurkan diri di tengah skandal pencucian uang yang menyandung salah satu bank terbesar di Australia tersebut.

Pekan lalu, badan intelijen keuangan Australia (Austrac) menuduh Westpac melakukan 23 juta pelanggaran terhadap undang-undang antipencucian uang. Kasus ini disebut-sebut merupakan pelanggaran terbesar dalam sejarah Negeri Kanguru.

Kasus tersebut menjadi tekanan yang memicu pengunduran diri Hatzer. Pengunduran dirinya pun menarik bermacam reaksi dari investor, pembuat kebijakan, analis, dan akademisi.

Menurut Eleanor Creagh, ahli strategi di Saxo Capital Markets, pengunduran diri Hartzer telah sedikit meredakan kegelisahan investor. Namun, permasalahannya lebih besar dari sekadar beberapa perubahan dalam dewan direksi.

Ia menyoroti adanya budaya keserakahan yang meluas dan ketidakpedulian terhadap peraturan yang berakar pada industri, yang bersumber dari manajemen tingkat atas dan menembus sistem perbankan Australia.

“Ini menghadirkan masalah jauh lebih luas yang mencakup seluruh sektor dan tidak memiliki solusi yang mudah ataupun cepat,” terang Creagh, seperti dilansir melalui Bloomberg, Selasa (26/11/2019).

Senada, profesor bidang hukum di University of Melbourne Elise Bant mengatakan pentingnya penanggulangan permasalahan ketimbang sekadar pengunduran diri.

“Yang benar-benar kita inginkan adalah agar mereka memperbaiki masalah, alih-alih bertanggung jawab atas kapal ketika pengaturannya diketahui telah jauh dari target, kemudian mundur,” papar Bant.

“Ada sejumlah masalah nyata terkait mekanisme hukuman yang tepat bagi korporasi yang melakukan kesalahan. Sudah waktunya pengadilan menerapkan hal itu dengan sungguh-sungguh dan kalangan regulator menegaskan hukuman yang akan berdampak secara signifikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Analis S&P Global Ratings Sharad Jain mengatakan bahwa perubahan dewan direksi dan manajemen perusahaan akan menstabilkan ketidakpuasan pemangku kepentingan.

Meski Westpac akan menanggung sanksi finansial langsung dari kasus yang dilemparkan Austrac, dampak negatif yang lebih luas dari penyimpangan tersebut dapat meluas ke semua bank besar di Australia.

“Kami menganggap bahwa peristiwa-peristiwa ini merugikan waralaba bank-bank besar dalam komunitas Australia dan juga basis investornya, yang kemungkinan akan memperpanjang bahkan memperdalam kesulitan terkait tata kelola dan manajemen risiko yang dihadapi bank-bank besar Australia,” papar Sain.

Sementara itu, Louise Davidson, CEO Australian Council of Superannuation Investors, berpendapat investor ingin melihat budaya dan tata kelola Westpac diperkuat untuk menghindari terulangnya masalah ini.

“Masih belum jelas bagaimana masalah signifikan ini terjadi, dan mengapa investigasi tidak dilakukan sebelumnya. Kami akan terus berhubungan dengan Westpac untuk memantau kemajuannya dalam perbaikan dan peningkatan,” ujar Davidson.

Menurut Steve Johnson, CIO Dana Forager, CEO Westpac berikutnya benar-benar perlu datang dari lingkungan luar perusahaan.

“Budaya adalah masalah besar di sektor perbankan Australia, khususnya di Westpac,” ujar Johnson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencucian uang australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top