Kuartal III/2019, Laba Maybank Group Naik 2,1 Persen

Penyumbang kinerja terbesar adalah pendapatan non bunga bersih yang naik signifikan, yaitu sebesar 38,6 persen yoy, dan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 6 persen yoy.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 November 2019  |  15:00 WIB
Kuartal III/2019, Laba Maybank Group Naik 2,1 Persen
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Malayan Banking Berhad (Maybank) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 2,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 1,96 miliar ringgit Malaysia menjadi 2 miliar ringgit pada kuartal III/2019.

Jumlah itu setara dengan Rp6,76 triliun [kurs Rp3.381,375 per ringgit Malaysia]. Dikutip dari siaran pers Grup Maybank, Jumat (29/11/2019), peningkatan laba bersih berasal dari pendapatan operasional bersih yang tumbuh 14,1 persen yoy.

Jika diperinci, penyumbang terbesar adalah pendapatan non bunga bersih yang naik signifikan, yaitu sebesar 38,6 persen yoy, dan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 6 persen yoy.

Mencetak margin masih menjadi tantangan grup, yang tercermin dari penurunan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) dari 2,32 persen per September 2018 menjadi 2,27 persen per September 2019.

Group President & CEO Maybank Datuk Abdul Farid bin Alias mengatakan tahun ini, merupakan tahun yang menantang bagi beberapa nasabah Maybank dikarenakan terjadinya pertumbuhan yang melambat di perdagangan global.

"Oleh karena itu, kami secara proaktif bekerja sama dengan debitur untuk merestrukturisasi fasilitas pinjaman mereka. Sementara itu, kami akan terus berhati-hati dalam mengelola kualitas aset kami serta meningkatkan portofolio kami,” tuturnya.

Di samping itu, pada Januari-September 2019, Grup Maybank mencatat pertumbuhan kredit sebesar 3,4 persen. Peningkatan tersebut ditopang oleh operasional Malaysia yang tumbuh 5,3 persen dan ekspansi kredit di pasar seperti Greater China dan Indo-China.

Simpanan grup Maybank juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,5 persen, didukung pertumbuhan yang kuat di Malaysia, Singapura, dan Indonesia masing-masing sebesar 7,5 persen, 6 persen, dan 4,5 persen.

Hingga September 2019, Maybank fokus pada penurunan biaya dana serta menjaga posisi likuiditas yang kuat. Alhasil, peningkatan rasio kredit terhadap dana (Loan to Deposit Ratio/LDR) grup berada pada level 92,5 persen per September 2019, turun dari 94,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Abdul Farid menyampaikan ke depan, Group Maybank akan fokus pada kedisiplinan penentuan harga, posisi modal, dan likuiditas yang kuat, serta manajemen risiko dan efisiensi operasional yang baik.

Pihaknya juga bakal menjaga kualitas aset grup Maybank sebagai salah satu strategi pengelolaan risiko di tengah iklim operasional yang tidak menentu. Grup juga akan melakukan penjadwalan ulang (rescheduling) dan restrukturisasi fasilitas kredit bagi nasabah yang terdampak perlambatan ekonomi, jika memungkinkan.  

“Ketidakpastian iklim operasional masih berlanjut dan kami tetap berhati-hati mengingat kondisi geo-politik yang berkepanjangan. Meskipun demikian, kami ditopang dengan hasil yang stabil dan akan fokus untuk mewujudkan peluang di regional, terutama di Asean dan Greater China," papar Chairman Maybank Datuk Mohaiyani Shamsudin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, maybank

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top