Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penghimpunan Dana Valas BRI Melesat Tembus Rp145 Triliun

BBRI ini telah menerbitkan global sustainability bond sebesar US$500 juta. Penggalangan dana non-konvensional ini akan digunakan sebagai alternatif sumber pendanaan guna ekspansi kredit, khususnya segmen usaha mikro kecil dan menengah.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  20:06 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai manditi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai manditi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan penghimpunan likuiditas berdenominasi valuta asing atau valas akan melanjutkan tren positif pada tahun ini.

VP Treasury Business PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Itang Rusdinar mengatakan secara umum likuiditas valas perseroan masih terjaga dan cenderung lebih likuid. Hal itu terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas sebesar 20 persen dan kredit valas yang masih stabil.

"Tahun lalu nominal kredit valas setara Rp90 triliun dan DPK setara Rp145 triliun. Prospek dana dan kredit valas pada 2020 ini lebih stabil di mana issue penurunan suku bunga US$ FED Rate diprediksi satu kali saja pada kuartal III/IV 2020 nanti," katanya kepada Bisnis, Rabu (15/1/2020).

Itang mengemukakan perseroan telah merencanakan penerbitan beberapa instrumen non-dana valas pada tahun ini dalam rangka menjaga keseimbangan struktur liabilitas perseroan.

Adapun, menurut Itang, tingginya penerbitan surat utang luar negeri perbankan tahun lalu memanfaatkan tren penurunan suku bunga khususnya suku bunga dolar AS.

Tahun ini, dia memprediksi juga masih ada ruang untuk penurunan suku bunga tersebut sehingga perbankan masih akan melakukan penerbitan global bond.

Adapun pada tahun lalu bank dengan sandi saham BBRI ini telah menerbitkan global sustainability bond sebesar US$500 juta. Penggalangan dana non-konvensional ini akan digunakan sebagai alternatif sumber pendanaan guna ekspansi kredit, khususnya segmen usaha mikro kecil dan menengah.

Obligasi dalam denominasi dolar Amerika Serikat tersebut memiliki tenor 5 tahun dengan kupon sebesar 3,95% per tahun. Kupon dibayar dua kali satu tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top