Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Profil Dwi Ria Latifa, Komisaris Baru BRI (BBRI)

Dwi sebelumnya berkiprah dalam bidang hukum dan pemerintahan dalam negeri selama menjabat di DPR RI
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  15:21 WIB
ilustrasi - Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai manditi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan
ilustrasi - Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai manditi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memutuskan merombak jajaran komisaris maupun direksi. Dua diantaranya merupakan kader partai politik.

Salah satu komisaris yang baru ditunjuk adalah Dwi Ria Latifa. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Dikumpulkan dari sejumlah bahan resmi, Kamis (20/2/2020),  Dwi tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Oleh partai ia ditempatkan di Komisi III bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dalam karir politiknya, pada 2015, Dwi mengusulkan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Nasional dimasukkan dalam Prolegnas 2015. UU ini kemudian dikenal dengan UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

Semenjak 11 September 2017, Dwi di rotasi ke Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur dan reformasi birokrasi, kepemiluan, dan pertanahan.

Ria juga pada Pemilihan Umum 2019 pernah mencalonkan diri sebagai caleg, masih di bawah sayap PDIP untuk daerah pemilihan Kepulauan Riau. Ini merupakan pencalonan kedua untuk wilayah pemilihan sama. Meski, PDI Perjuangan memperoleh satu bangku DPR RI dari wilayah ini, kursi jatuh ke Sturman Panjaitan yang meraup suara lebih banyak.

Wanita kelahiran Kepulauan Riau ini menamatkan studi di Universitas Pancasila Fakultas Hukum Jakarta dan S2 Program Studi Ketahanan Nasional UGM.

Kementerian BUMN sebelumnya menyatakan tidak ada pelanggaran dalam pengangkatan jajaran komisaris BRI.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan jajaran komisaris para politisi yang menjabat tersebut telah melepas jabatan lamanya. Oleh karena itu, pemerintah tidak menyalahi aturan apapun yang dibuat.

"Ya tidak menjabat lagi, jadi tidak ada aturan yang dilanggar," katanya, Rabu (19/2/2020).

Sebagai informasi, komisaris lainnya yang diangkat adalah Zulnahar merupakan Bendahara Umum Partai Hanura.

RUPST BRI juga memutuskan untuk mengangkat Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama (Komut) menggantikan Andrinof A Chaniago yang telah menjabat sejak 2017 lalu.

Adapun susunan Baru Komisaris dan Direksi BRI dalam RUPS Februari 2020:

Adapun susunan Baru Komisaris dan Direksi BRI:

Komisaris - Komisaris Utama/Komisaris Independen: Kartika Wirjoatmodjo*

- Wakil Komisaris Utama: Ari Kuncoro*

- Komisaris Independen: Rabin Indrazat*

- Komisaris Independen: Hendrikus Ivo

- Komisaris Independen: R Widyopramono*

- Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

- Komisaris: Hadiyanto

- Komisaris: Nicolaus Teguh Budi Harjanto

- Komisaris: Dwi Ria Latifa*

- Komisaris: Zulnahar Usman

Direksi - Direktur Utama: Sunarso

- Wakil Direktur Utama: Catur Budi Harto

- Direktur Bisnis, Kecil, Ritel, dan Menengah: Priyastomo

- Direktur Digital, Teknologi Informasi, dan Operasi: Indra Utoyo

- Direktur Jaringan dan Layanan: Ahmad Solichin Lutfiyanto

- Direktur Kepatuhan: Wisto Prihadi*

- Direktur Manajemen Risiko: Agus Sudiarto

- Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN: Agus Noorsanto

- Direktur Konsumer: Handayani

- Direktur Human Capital: Herdi Rosadi Harman

- Direktur Keuangan: Haru Koesmahargyo*

- Direktur Bisnis Mikro: Supari

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbri bank bri
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top