Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Kenalkan Layanan Valas Full Payment

Melalui layanan ini maka uang yang dikirimkan akan utuh dengan biaya transaksi relatif rendah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  15:13 WIB
ilustrasi - Seorang sales promotion girl memamerkan uang elektronik PT Bank Cetral Asia Tbk., dalam acara pembukaan penukaran uang pecahan kecil Bank Indonesia di Taman IRT Monas - Bisnis / M. Richard
ilustrasi - Seorang sales promotion girl memamerkan uang elektronik PT Bank Cetral Asia Tbk., dalam acara pembukaan penukaran uang pecahan kecil Bank Indonesia di Taman IRT Monas - Bisnis / M. Richard

Bisnis.com, Belitung - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengenalkan layanan transfer valas BCA Full Payment untuk nasabah yang banyak bertransaksi dengan mata uang asing.

Layanan ini berfungsi mendukung kebijakan pemerintah terkait sistem pemantauan kegiatan ekspor impor serta penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.

Senior Executive Vice President BCA Branko Windoe menyebutkan layanan valas dari perseroan ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam layanan perbankan

“Diharapkan dengan adanya solusi perbankan yang BCA tawarkan dapat mendukung pemerintah serta memberikan nilai tambah kepada nasabah serta masyarakat umum dalam kegiatan pengiriman valas," kata Branko seperti dikutip dari siaran pers BCA, Jumat (28/2/2020).

Dalam layanan BCA Full Payment perseroan memberikan keuntungan bagi nasabah yang akan melakukan transfer valas ke negara asalnya dengan biaya ringan dan diterima dalam jumlah utuh oleh penerima.

Layanan BCA Full Payment bahkan memberikan promo gratis biaya telex selama periode 21 Februari sampai 31 Mei 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur Bank Indonesia Aldrina Kusuma Sarie menyebutkan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebelumnya telah menyepakati kerja sama pemanfaatan dan pemantauan yang terintegrasi atas data devisa terkait kegiatan ekspor dan impor. Kerjasama ini melalui Sistem Informasi Monitoring Devisa Terintegrasi Seketika (SiMoDIS).

"Kebijakan pemerintah terkait pengawasan hasil ekspor dan impor merupakan hal yang perlu didukung, mengingat devisa hasil ekspor dan impor dapat menjadi sumber dana yang berkesinambungan bagi pembangunan ekonomi nasional," katanya.

Dia menjelaskan, Local Currency Settlement (LCS) atau kebijakan transaksi perdagangan menggunakan mata uang lokal merupakan upaya memperkuat nilai tukar rupiah karena pelaku bisnis tidak perlu lagi mengkonversi dengan mata uang dolar untuk melakukan transaksi perdagangan internasional.

Saat ini Malaysia dan Thailand sudah menjadi mitra untuk transaksi LCS. Untuk itu Bank Indonesia ke depannya akan mengembangkan kerjasama dengan beberapa negara lain seperti Jepang, Korea, China, Filipina, dan India.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top