Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dana Pensiun Tambah Belanja Saham Rp12 Triliun

Pelemahan pasar modal menjadi peluang yang dapat ditangkap oleh industri dana pensiun agar memperoleh pendapatan yang lebih besar di masa depan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  18:12 WIB
ilustasi - Pencairan dana pensiun pada perusahaan yang mengelola tabungan hari tua mereka - Bisnis
ilustasi - Pencairan dana pensiun pada perusahaan yang mengelola tabungan hari tua mereka - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menyebutkan dapat meningkatkan belanja saham di pasar modal sebesar 5 persen aset atau setara Rp12 triliun.

Direktur Eksekutif ADPI Bambang Sri Muljadi menjelaskan bahwa pelemahan kinerja bursa menjadi momentum tepat bagi industri dana pensiun untuk menambah alokasi investasinya di pasar modal. Kondisi saat ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh jumlah saham lebih banyak karena harga diskon.

"Potensi mungkin 2 persen sampai 5 persen dari total investasi bisa masuk ke pasar saham. Tentunya saham yang secara fundamental baik dan secara teknikal sudah murah," ujar Bambang kepada Bisnis, Senin (16/3/2020).

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi industri dana pensiun per Januari 2020  mencapai Rp282,1 triliun. Dana itu tersebar sebagian sudah dalam bentuk saham. Rinciannya Rp29,08 triliun atau 10,3 persen penempatan langsung saham di pasar modal. Sementara Rp14,5 triliun atau 5,1 persen di antaranya ditempatkan di reksadana.

Sementara jika dilihat berdasarkan manfaat program, Per Januari 2020, jumlah investasi dari Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) tercatat sebesar Rp153,4 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp18,9 triliun atau 12,3 persen di antaranya ditempatkan di saham dan Rp9,2 triliun atau 6,04 persen di antaranya ditempatkan di reksadana.

Jumlah investasi DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) tercatat senilai Rp34,3 triliun. Sebanyak Rp6,6 triliun atau 19,4 persen di antaranya ditempatkan di instrumen saham, lalu Rp2,02 triliun atau 5,8 persen di antaranya ditempatkan di reksadana.

Adapun, jumlah investasi industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pada Januari 2020 tercatat senilai Rp94,3 triliun. Sebanyak Rp3,4 triliun atau 3,6 persen di antaranya ditempatkan di saham dan Rp3,2 triliun atau 3,4 persen dari total investasi ditempatkan di reksadana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG dana pensiun
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top