Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubenur BI Tegaskan Dampak Gejolak Rupiah terhadap Inflasi Rendah

BI memiliki empat alasan utama terkait dengan gejolak rupiah dan inflasi, berikut penjelasannya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  14:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menegaskan dampak gejolak rupiah akibat penyebaran Covid-19 atau virus Corona terhadap laju inflasi di dalam negeri cukup rendah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan dampaknya rendah karena empat alasan utama. Pertama, ketersediaan pasokan cukup sehingga pengaruh inflasi bahan makanan atau volatile food minim.

Kedua, BI menilai kenaikan permintaan itu masih bisa dipenuhi dari kenaikan penawaran. Ketiga, confidence kredibilitas BI mengelola kebijakan monter tercapai sasaran inflasi tercapai 3%-4%.

"Hal ini karena adanya koordinasi erat dengan TIPD," tegas Perry dalam briefing melalui YouTube, Kamis (26/3/2020).

Keempat, BI memandang pelemahan rupiah karena kepanikan global. Perry melihat jika penyelesaian Covid-19 berjalan dengan baik ditopang dengan kebijakan moneter, maka rupiah bisa kembali stabil.

"Pelemahan rupiah bersifat temporer, korporasi tidak akan menaikkan harga," ujar Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah Inflasi Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top