Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kantor Developer WFH, BNI Syariah Catat Penundaan Permintaan KPR

Selain penutupan kantor developer sebagai kebijakan pemerintah, sejumlah pemohon juga membatalkan pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR) melalui BNI Syariah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  21:16 WIB
Karyawan beraktivitas didekat logo BNI Syariah di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas didekat logo BNI Syariah di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BNI Syariah menunda penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kepada sejumlah nasabah sebagai dampak meluasnya wabah virus corona atau Covid-19.

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan penundaan KPR disebabkan oleh penutupan sejumlah kantor pengembang perumahan karena mengikuti imbauan pememrintah umtuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Selain itu, sejumlah nasabah meminta dilakukan pembatalan karena khawatir akibat kondisi yang ada.

"Tidak semuanya menunda, sebagian saja. Beberapa penyaluran memang ditunda," kata Iwan, Jumat (27/3/2020).

Sepanjang 2020 BNI Syariah menargetkan pembiayaan properti mampu tumbuh double digit dikisaran 15 sampai 20 persen. Atau menjadi Rp3,3 triliun. Tahun lalu, pembiayaan dengan agunan properti ini dapat tumbuh Rp250 miliar dengan total outstanding senilai Rp13,1 triliun.

Iwan menyebutkan meski perekonomian tengah mengalami tekanan, hingga Maret 2020, BNI Syariah masih membukukan pembiayaan perumahan baru sekitar Rp390 miliar. Sementara sektor konsumer lain seperti kartu kredit justru mengalami penurunan. Hingga akhir Maret ini plafond pembiayaan dari kartu kredit susut 30 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr bni syariah
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top