Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEI Genjot Proporsi Investor Saham Syariah Jadi 10 Persen, Begini Caranya

Proporsi investor saham syariah saat ini mencapai 6,3 persen dari total investor saham yang mencapai 1,16 juta investor. Peningkatan proporsi hingga 10 persen dilakukan secara bertahap hingga tiga tahun mendatang.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  15:25 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kiri) didampingi Direktur Hasan Fawzi memberikan penjelasan mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pasar modal Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kiri) didampingi Direktur Hasan Fawzi memberikan penjelasan mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pasar modal Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU — Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan proporsi investor saham syariah dapat mencapai 10 persen dari total investor saham dalam tiga tahun ke depan.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menyampaikan per akhir kuartal I/2020 jumlah investor saham syariah sudah mencapai 72.856 investor atau setara 6,3 persen dari total investor saham yang berjumlah 1,16 juta investor.

“Untuk investor syariah, kami targetkan proporsinya terhadap total investor terus naik yaitu mencapai 10% dalam 3 tahun ke depan,” kata Hasan kepada Bisnis, Selasa (5/5/2020).

Secara khusus, sepanjang 2020 BEI menargetkan jumlah investor saham syariah dapat tumbuh  25 persen atau lebih dari posisi tahun lalu sebesar 18.000.

Per 31 Desember 2019, tercatat jumlah investor saham syariah sebanyak 68.599 investor atau dengan porsi 6,2 persen dari total investor saham yang berjumlah 1,10 juta.

Proporsi investor saham syariah terhadap total investor saham pun meningkat pada kuartal I/2020 mencapai 6,3 persen dari total investor saham.

Dalam rangka melanjutkan proses edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal syariah di masa pandemi Covid-19, Hasan melanjutkan, BEI akan mengoptimalkan kegiatan sosialisasi-edukasi dan pemasaran secara daring.

“Kami optimalkan dan secara intensif tetap melakukan kegiatan sosialisasi-edukasi dan pemasaran secara online, memanfaatkan solusi digital,” jelas Hasan.

Adapun, pembukaan rekening efek secara online melalui proses simplifikasi pembukaan rekening efek dan rekening dana investor secara elektronik disebut Hasan pas dengan momentum dan kondisi pembatasan sosial saat ini.

Selain pembukaan rekening efek secara online melalui perusahaan efek yang menjadi Anggota Bursa, BEI juga menyediakan laman khusus di resmi BEI untuk melayani calon investor yang ingin membuka rekening efek secara online.

Melihat harga saham di bursa banyak yang turun lantaran terkena dampak negatif Covid-19, Hasan menyampaikan hal itu justru dilihat sebagai peluang oleh calon investor untuk masuk. Pasalnya, para investor baru dapat membeli saham-saham kelas atas dengan harga bawah.

“Tren penurunan harga-harga saham unggulan di bursa kita, rupanya menarik minat dan dinilai sebagai peluang investasi dari para investor baru, yang kemudian membuka rekening efek (Single Investor Identification/SID) baru di pasar modal,” tutur Hasan.

BEI menargetkan jumlah investor secara keseluruhan yang terdiri dari investor saham reksa dana surat utang, dan efek lainnya juga bisa tumbuh sebesar 25 persen pada 2020. Sejauh ini, lanjut Hasan, minat pembukaan SID lebih banyak diperlihatkan oleh investor ritel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ekonomi syariah Indeks Syariah
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top