Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah! Realisasi Penerbitan SBN per April 2020 Capai Rp376,5 Triliun

Realisasi tersebut terdiri dari tambahan penerbitan SBN Rp150 triliun hingga akhir April 2020 dan surat utang negara (SUN) berdenominasi dolar AS senilai US$4,3 miliar.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  13:58 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menyebut realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) hingga akhir April 2020 mencapai Rp376,5 triliun, meningkat dari realisasi akhir Maret 2020 yang sebesar Rp243,8 triliun.

Realisasi tersebut terdiri dari tambahan penerbitan SBN Rp150 triliun hingga akhir April 2020 dan surat utang negara (SUN) berdenominasi dolar AS senilai US$4,3 miliar.

“Sampai akhir April 2020 terdapat penambahan SBN Rp150 triliun, termasuk US$4,3 miliar dari global valas. Jadi, posisi hingga akhir April 2020 kami sudah terbitkan SBN Rp376,5 triliun,” kata Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan DJPPR Riko Amir, Jumat (8/5/2020).

Riko menyatakan sisa kebutuhan penerbitan SBN senilai Rp856,8 triliun mulai kuartal II/2020 hingga kuartal IV/2020 akan dipenuhi melalui lelang di pasar domestik, penerbitan SBN ritel, private placement, dan penerbitan SBN valas.

Secara rata-rata, lelang SBN per dua minggu akan mencapai Rp35 triliun sampai Rp45 triliun.

Adapun, Bank Indonesia menyampaikan laporan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2020 sebesar US$127,9 miliar.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2020 yang senilai US$121,0 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu, cadangan devisa per April 2020 berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Peningkatan cadangan devisa pada April 2020, terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah surat berharga negara
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top