Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pefindo Sematkan Rating idA kepada Jasindo Syariah

Peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), selaku induk perusahaannya.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  16:02 WIB
Kantor Asuransi Jasindo Syariah/http://www.jasindosyariah.co.id -
Kantor Asuransi Jasindo Syariah/http://www.jasindosyariah.co.id -

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo menetapkan peringkat kekuatan finansial PT Asuransi Jasindo Syariah di “id A”, yakni prospek untuk peringkat tersebut adalah stabil.

Melalui keterangan resminya, Pefindo menjelaskan bahwa peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), selaku induk perusahaannya. Selain itu, kualitas aset Jasindo Syariah pun dinilai di atas rata-rata.

Meskipun begitu, peringkat pun dibatasi oleh kehadiran dan rekam jejak yang terbatas di industri asuransi umum, kinerja operasional yang di bawah rata-rata, dan nominal ekuitas yang terbatas.

"Peringkat dapat dinaikkan jika Pefindo melihat tingkat dukungan yang lebih tinggi dari induk sebagai hasil dari meningkatnya kontribusi perusahaan secara signifikan dan konsisten. Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika ada penurunan dukungan dari Jasindo," tulis Pefindo dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis pada Minggu (9/7/2020).

Perusahaan asuransi dengan peringkat id A memiliki karakteristik keamanan keuangan yang kuat. Meskipun begitu, perseroan pun masih mungkin terpengaruh oleh perubahaan kondisi bisnis yang merugikan dibandingkan perusahaan lain berperingkat lebih tinggi.

Pefindo menilai bahwa pandemi Covid-19 akan memberikan dampak yang moderat terhadap Jasindo Syariah. Hal tersebut terlihat dari dukungan induk yang sangat kuat dan likuiditas perseroan yang cukup untuk mendukung potensi pembayaran klaim.

Per 31 Maret 2020, 33% dari investasi Jasindo Syariah ditempatkan di instrumen investasi yang lebih stabil dan likuid, seperti deposito dan reksa dana pasar uang. Namun, pandemi yang berdampak signifikan terhadap produksi premi baru membuat Pefindo akan terus memantau performa bisnis Jasindo Syariah.

"Kami memperkirakan perusahaan asuransi memiliki buffer likuiditas cukup, karena sebagian besar porsi investasi ditempatkan pada aset likuid," tertulis dalam keterangan resmi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo jasindo peringkat utang
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top