Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kresna Life Diganjar Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha dari OJK

Adanya sanksi tersebut membuat Kresna Life tidak dapat melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru untuk seluruh lini usaha, terhitung sejak surat dikeluarkan sampai dengan dipenuhinya rekomendasi hasil pemeriksaan OJK.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  09:32 WIB
Gedung Kresna Life. - Foto:Web kresnalife
Gedung Kresna Life. - Foto:Web kresnalife

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengeluarkan sanksi pembatasan kegiatan usaha kepada PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life. Perseroan dinilai telah melanggar ketentuan mengenai pelaksanaan rekomendasi atas hasil pemeriksaan oleh otoritas.

Sanksi tersebut ditetapkan melalui surat OJK Nomor S-342/NB.2/2020 pada Senin (3/8/2020). Adanya sanksi tersebut membuat Kresna Life tidak dapat melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru untuk seluruh lini usaha, terhitung sejak surat dikeluarkan sampai dengan dipenuhinya rekomendasi hasil pemeriksaan OJK.

Pada Februari 2020, OJK telah melakukan pemeriksaan kondisi perseroan untuk periode 2019. Dalam pemeriksaan tersebut otoritas menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Kresna Life, khususnya pada produk Kresna Link Investa (K-LITA).

"Dari pelanggaran tersebut, OJK melakukan tindakan pengawasan di antaranya mewajibkan PT Asuransi Jiwa Kresna untuk membayar klaim yang telah diajukan oleh pemegang polis," tertulis dalam keterangan resmi pada Jumat (14/8/2020).

Selain itu, OJK pun memerintahkan Kresna Life untuk menyusun rencana penyehatan keuangan yang memuat langkah-langkah penyehatan keuangan perusahaan, komitmen pemegang saham pengendali/pengendali dalam mengatasi permasalahan, dan rencana pembayaran klaim secara detail.

Otoritas telah memerintahkan Kresna Life untuk menghentikan produk K-LITA pada Februari 2020. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kesulitan pembayaran klaim atas polis jatuh tempo yang lebih besar dan melindungi kepentingan pemegang polis.

OJK pun tetap meminta manajemen dan pemegang saham pengendali/pengendali Kresna Life untuk bertanggungjawab terhadap kewajibannya kepada pemegang polis, karena sudah merupakan kesepakatan ataupun ikatan perdataan antara Kresna Life dengan pemegang polis.

Kresna Life pun diminta untuk segera menyampaikan rencana penyelesaian kewajibannya dengan didukung sumber-sumber dana yang realistis, termasuk dari penambahan modal atau sumber lain yang sah.

"OJK juga meminta Kresna Life untuk membuka komunikasi seluas-luasnya kepada pemegang polis. OJK dalam waktu dekat akan memfasilitasi mediasi pertemuan manajemen Kresna Life dan perwakilan pemegang polis," tertulis dalam keterangan resmi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi asuransi kresna life
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top