Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Minta Ekspor Produk Halal Terus Didorong

Ekspor Indonesia ke negara-negara OKI tercatat mencapai US$45 miliar pada 2018. Angka tersebut mencapai 12,5 persen dari total perdagangan Indo yng mencapai US$369 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 September 2020  |  13:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekspor produk halal perlu tetap didorong meski tengah menghadapi ancaman pandemi Covid-19.

Tidak hanya melibatkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ekspor produk halal Indonesia juga harus bisa mempenetrasi negara-negara non-OKI yang segmen umat Islamnya cukup besar. Ini bisa menjadi peluang untuk memperbesar pangsa pasar produk halal Indonesia di dunia.

"Ekspor produk halal kita akan didorong, tentu akan melibatkan OKI, tapi kita bisa penetrasi negara-negara non-OKI yang segmen umat Islamnya cukup besar," katanya, Senin (21/9/2020).

Sri Mulyani memaparkan, ekspor Indonesia ke negara-negara OKI tercatat mencapai US$45 miliar pada 2018. Angka tersebut mencapai 12,5 persen dari total perdagangan Indo yng mencapai US$369 miliar.

Di sisi lain, potensi pengembangan industri halal di dunia menurut Sri Mulyani masih sangat besar. Pasalnya, dengan jumlah umat muslim yang mencapai 1,8 miliar atau 24 persen dari total penduduk dunia, total pengeluaran umat muslim tersebut diestimasikan mencapai US$2,2 triliun.

Pengeluaran yang berprinsip syariah tersebut mencakup industri makanan, gaya hidup, hingga obat-obatan.

Pertumbuhan pengeluaran ini pun cukup besar setiap tahunnya, yatu sebesar 5,2 persen. Data tersebut menunjukkan ekonomi syariah merupakan bangian yang penting dalam ekonomi global.

Lebih lanjut, kata Sri Mulyani beberapa negara telah menjadi pioneer dalam pembentukan ekosistem syariah. Karena itu, Indonesia masih terus mningkatkan seluruh elemen sistem syariah ini, baik dari sisi perundang-undangan maupun institusiaonal.

"Kita perlu membangun ekosistem ini mulai dari kebijakan, istrumen, dan langkah-langkah yang sifatnya bisa menjawab kebutuhan umat secara inklusif," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani halal
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top