Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Adira Finance (ADMF) Mulai Tunjukkan Perbaikan

Kinerja Adira Finance pada kuartal III/2020 mulai membaik di tengah pandemi, ditandai dengan penurunan rasio pembiayaan bermasalah dan likuiditas yang aman.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 November 2020  |  18:22 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) membukukan kinerja kuartal III/2020 (Q3/2020) dengan perbaikan kinerja, setelah sebelumnya sempat terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengungkap perbaikan ini mulai tampak dari sisi tingkat non-performing financing (NPF) dan posisi likuiditas yang masih terjaga dan kuat.

"Level tertinggi NPF kami kemarin sempat berada di angka 3,1 persen. Namun, September sudah turun lagi ke 1,8 persen atau sudah dalam taraf normal kami di bawah 2 persen," jelasnya dalam paparan publik tahunan perusahaan dengan kode emiten ADMF ini, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, terkait dengan penjagaan likuiditas, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjamin keamanan kinerja keuangan ADMF, sebab market pendanaan selama pandemi ternyata tak seketat yang dikira.

Buktinya, total pinjaman baru yang telah diperoleh hingga September 2020 mencapai Rp10,2 trilliun, ditopang pula dengan pembiayaan bersama dengan Bank Danamon dengan porsi 45 persen, serta fasilitas standby loan dari MUFG sebesar US$280 juta.

Ditopang pula lewat penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I, serta pemanfaatan pinjaman sindikasi sebesar US$300 juta dengan tenor 3 tahun yang telah diterima pada awal 2020.

"Tentu kami tidak pernah berharap untuk menggunakan fasilitas stand by, tapi ini berguna untuk mempertahankan rating perusahaan dan surat utang kami, serta menandakan kalau perusahaan tetap kuat apabila terjadi sesuatu yang tak terduga sekalipun," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Sekadar informasi, dari Rp46,1 triliun piutang pembiayaan yang dikelola, sumber pendanaan ADMF per September 2020 didominasi oleh pembiayaan bersama sebesar 42 persen, disusul pinjaman bank (24 persen), surat utang (18 persen), dan ekuitas (16 persen).

ADMF mengakui bahwa efek pandemi masih terasa hingga Q3/2020. Hal ini utamanya tercermin dari angka piutang pembiayaan yang dikelola, turun 14 persen (year-on-year/yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp53,9 triliun.

Pembiayaan baru pun turun 52 persen (yoy) dari periode September 2019 sebesar Rp28 triliun, kini hanya Rp13,3 triliun. Sementara outstanding pinjaman turun 10 persen (yoy) dari Rp22,9 triliun pada 2019 ke Rp20,5 triliun pada 2020.

Adapun, total aset ADMF turun tipis sebesar 3 persen (yoy) dari Rp33,3 triliun pada Q3/2019 menjadi Rp32,2 triliun pada Q3/2020. Namun, total ekuitas naik 3 persen (yoy) dari Rp7,4 triliun pada Q3/2019 menjadi Rp7,66 triliun pada Q3/2020.

Pembiayaan baru ADMF masih ditopang kredit motor baru sebesar 37 persen dari total, disusul mobil baru (22 persen), nonotomotif (18 persen), mobil bekas (15 persen), dan motor bekas (8 persen).

ADMF pun masih optimistis kinerja perusahaan akan membaik karena pangsa pasar sepeda motor baru ADMF masih berada di angka 8,8 persen, sementara pangsa pasar mobil baru sebesar 4,0 persen.

Pada akhirnya, dengan strategi yang telah diterapkan selama pandemi, ADMF masih mampu membukukan pendapatan Rp7,6 triliun atau tercatat turun 8 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,2 triliun, serta laba Rp814 miliar atau turun 43 persen dari Q3/2019, Rp1,4 triliun.

Hafid mengungkap bahwa ke depannya perusahaan masih akan membuka diri terkait program restrukturisasi yang kini realisasinya telah mencapai Rp18,6 triliun dari 812 ribu kontrak pembiayaan.

Perusahaan juga masih akan menyalurkan pembiayaan baru dengan lebih berhati- hati demi meningkatkan kualitas aset, meningkatkan Customer Retention, serta menggunakan teknologi untuk penagihan.

Sejalan dengan itu, operasional perusahaan dipastikan berjalan dengan baik melalui penerapan BCP, skema work from office, dan work from home dengan pelaksanaan protokol kesehatan, dan melanjutkan proses yang lebih sederhana, lebih cepat dan ramping untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Terakhir, ADMF akan mencoba mendongkrak penjualan dengan melakukan aktivitas virtual event dengan dealer dan konsumen, serta meneruskan program marketing yang menarik seperti Sobat, Tepat Mantap, Adirapoint dan Undian Seru Adiraku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan kkb Kinerja Emiten adira finance leasing
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top