Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Youtap: Cuma 10 Persen UMKM Punya Rencana Jangka Panjang

Riset yang dilakukan Youtap adalah identifikasi profil pelaku usaha. Uniknya tiap profil ini memperlihatkan aspirasi yang berbeda-beda akan solusi digital berdasarkan penggunaannya terhadap teknologi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 November 2020  |  16:59 WIB
Ilustrasi/Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi/Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Platform financial technology (fintech) digital solution all-in-one, Point of Sales (POS), dan payment gateway PT. Mitra Digital Sukses atau Youtap Indonesia, menggambarkan bahwa para pengusaha mikro ternyata memiliki prioritas tersendiri dalam merambah ke era digitalisasi.

Hal ini terungkap dalam hasil riset internal Youtap terkait identifikasi profil para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam portofolionnya, dikutip Bisnis, Minggu (29/11/2020).

CEO Youtap Indonesia Herman Suharto mengungkapkan bahwa hal ini menilik UMKM perlahan mulai bangkit dan beradaptasi dengan keadaan selepas pandemi Covid-19, salah satunya dengan mulai ramai-ramai memanfaatkan teknologi.

"Sejak pertama hadir, kami memiliki komitmen agar solusi Youtap harus bisa dipakai oleh semua level merchant. Karena itu, sebagai aplikasi yang merchant-centric, memahami kondisi merchant menjadi dasar bagi Youtap dalam mengambil sebuah tindakan," jelas Herman dalam keterangannya.

Sekadar informasi, perusahaan joint venture antara PT Graha Kencana Maju, PT Kreasi Sentosa Makmur dan Youtap Mobile Money Asia Private Limited ini dibentuk dengan tujuan menyediakan solusi bisnis digital serba bisa untuk korporasi besar maupun UMKM.

Youtap fokus menghadirkan platform solusi bisnis dengan teknologi termutakhir, mulai dari penyediaan penerimaan transaksi non-tunai e-money dengan skala real-time, digital banking, dan platform POS, laporan dan pembukuan digital, analisa penjualan, pengelolaan inventori, serta berbagai manfaat dan solusi bisnis lainnya.

"Sejak sebelum pandemi, kami telah memiliki tim riset in-house yang setiap hari melakukan tugasnya, bertanya kepada merchant untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka. Dari situ, kami mengetahui bahwa para pelaku UMKM butuh solusi bisnis untuk mengelola bisnis hingga mengelola penerimaan transaksinya," tambahnya.

Penerapan dari hasil data yang diperoleh inilah yang membuat manfaat dari solusi terintegrasi Youtap dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha baik dari level enterprise hingga mikro.

Salah satu solusi bisnis yang ditawarkan Youtap adalah aplikasi yang bisa memudahkan merchant mengelola usaha sekaligus bisa membuat laporan keuangan yang rapi.

Sebelumnya, data World Bank yang berjudul Investigating The Financial Capabilities of SMEs, hanya 29 persen responden dari 24 negara yang disurvei, tekun dalam mereview laporan keuangannya. Herman menjelaskan pihaknya melihat ini sebagai peluang kesempatan untuk membantu para pelaku bisnis agar dapat menjalankan usahanya menjadi lebih mudah dan tepat guna.

"Salah satu hasil dari riset yang dilakukan Youtap adalah identifikasi profil pelaku usaha. Uniknya tiap profil ini memperlihatkan aspirasi yang berbeda-beda akan solusi digital berdasarkan penggunaannya terhadap teknologi. Dari research yang dilakukan, terdapat 4 profil yang punya kriteria berbeda," ungkapnya.

Pertama, yang Youtap sebut Pejuang Harian atau yang menjalankan usaha untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan harian dengan presentase sebesar 33 persen.

Kedua, adanya para UMKM Pengikut Arus atau adar adanya resiko usaha namun membutuhkan informasi lebih untuk mengatasinya, dengan presentase tertinggi sebesar 38 persen.

Berikutnya taraf yang lebih tinggi adalah Pencari Peluang, yaitu yang sudah memiliki rencana jangka pendek dan paham adanya resiko dalam memiliki usaha) dengan angka sebesar 20 persen.

Terakhir, adalah kelompok Pemimpi Tangguh atau mereka yang sudah memiliki rencana bisnis dalam hitungan jangka panjang dan memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui support yang dibutuhkan sebesar 10 persen.

"Keempat persona inilah yang menjadi dasar dari Youtap Indonesia dalam mengembangkan inovasi digital terdepan sebagai sebuah platform merchant-centric," ungkapnya.

Adapun, hasil riset pada masa pandemi ini, mengungkap bahwa penyediaan opsi pembayaran non tunai pun direspon baik dan mampu diadaptasi oleh para pelaku usaha.

Berdasarkan data internal Youtap pada kuartal ke-3 (Juli - September 2020), terjadi peningkatan aktivitas transaksi non tunai UMKM hingga lebih dari 13 kali dibandingkan kuartal kedua (April - Juni 2020). 

Youtap melakukan inovasi digital yang membantu para pelaku usaha melalui penyediaan opsi pembayaran non tunai dengan menggunakan transaksi TTM (Tanpa Tatap Muka) sehingga pedagang dapat mengirimkan kode QR mereka kepada pembeli  melalui aplikasi chatting dan pembeli dapat melakukan pembayaran dengan mudah dan aman. 

Selain itu, Youtap juga merespons kebutuhan dari para penggunanya yang memerlukan fleksibilitas lebih dalam menjalankan usahanya.

Menggali secara mendalam, Youtap kembali mengerahkan sumber daya research yang dimiliki dan membaca adanya tuntutan bagi para pelaku usaha untuk bisa melakukan bisnisnya dimana pun, yang dijawab dengan adanya Portal Dagang Youtap dan Youtap Print. Adanya kedua inovasi ini semakin menangguhkan posisi Youtap sebagai solusi dagang serba bisa.

"Ke depan, fokus kami adalah untuk terus ada secara nasional dan menjadi aplikasi dagang untuk setiap lini usaha yang dapat membantu dan memberdayakan pelaku usaha untuk pencapaian yang terbaik. Kami berharap Youtap bisa terus menjadi jembatan bagi sektor UMKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya. Namun yang paling penting, di masa pandemi ini, kita harus terus Adapt, Fight, and Win," tutup Herman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top