Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Ramalan Lippo General Insurance Terkait Industri Asuransi 2021

Potensi pertumbuhan ekonomi yang baik pada tahun ini diprediksi menumbuhkan gairah perekonomian sehingga kebutuhan proteksi pun akan meningkat.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  18:51 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Lippo General Insurance Tbk. menilai bahwa seluruh lini bisnis asuransi berpotensi tumbuh pada 2021. Namun, dari sisi industri, pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 akan berjalan lambat.

Presiden Direktur Lippo General Insurance Agus Benjamin menjabarkan bahwa tahun ini memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang baik dengan akan dimulainya vaksinasi. Proses yang baik akan menumbuhkan gairah perekonomian sehingga kebutuhan proteksi pun akan meningkat.

Agus menilai bahwa seluruh lini bisnis asuransi berpotensi tumbuh pada 2021. Potensi itu pun harus dioptimalkan oleh seluruh perusahaan asuransi dengan menggenjot produk jualan utamanya, tak terkecuali di Lippo General Insurance.

"Semua lini bisnis diharapkan ada potensi pertumbuhan [pada 2021] meskipun tingkat perkembangannya berbeda-beda. Perlu kejelian melihat dinamika pasar," ujar Agus kepada Bisnis, Minggu (10/1/2021).

Dia menyebutkan bahwa asuransi kesehatan menjadi salah satu produk yang mendorong kinerja LPGI di tengah tantangan ekonomi. Pendapatan dari lini bisnis tersebut mencakup lebih dari separuh perolehan premi perseroan selama masa pandemi Covid-19.

Hingga kuartal III/2020, LPGI membukukan premi bruto Rp1,09 triliun. Jumlah tersebut meningkat 9,79 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan premi kuartal III/2019 senilai Rp993,07 miliar.

Adanya potensi pertumbuhan pada tahun ini tidak serta merta membuat kondisi bisnis akan menjadi mudah termasuk mengenai penjualan asuransi kesehatan. Agus menekankan pentingnya komitmen tim, upaya merawat kepercayaan klien, ketangguhan sistem teknologi, dan kondisi finansial yang kuat untuk menjaga kinerja bisnis pada tahun ini.

"Strategi kami pada 2021 adalah dengan mengelola empat faktor itu secara optimal," ujarnya.

Perusahaan asuransi umum dengan kode emiten LPGI itu mengaku optimistis akan terdapat pengaruh positif kondisi perekonomian pada tahun ini terhadap industri asuransi. Namun, kondisinya tidak akan segera menjadi seperti sebelum pandemi Covid-19 atau pada 2019.

"Perlu waktu untuk itu [kembali seperti kondisi bisnis 2019]. Saya melihat asuransi itu industri yang terdampak cepat dan pulih lambat," ujar Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi lippo group
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top