Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Latah Buat Neo Bank, Bank Mandiri Justru Alokasi Belanja IT Rp1,75 Triliun

Direktur Information Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan perseroan agresif dalam pengembangan IT guna memberi kemudahan layanan ke nasabah. Namun, dia mengklaim perseroan tidak akan terlalu gegabah melakukan investasi untuk bersaing di pasar baru yakni neo bank.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  14:18 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen tak akan latah dalam pengembangan neo bank. Perseroan lebih memilih untuk memutakhirkan sistem internal digital banking sekaligus alokasikan belanja modal untuk IT Rp1,75 triliun untuk tahun ini.

Direktur Information Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan perseroan agresif dalam pengembangan IT guna memberi kemudahan layanan ke nasabah. Namun, dia mengklaim perseroan tidak akan terlalu gegabah melakukan investasi untuk bersaing di pasar baru yakni neo bank.

"Memang neo bank approach mulai banyak digunakan. Kami juga sudah melakukan beberapa kajian. Namun, kami juga tidak akan latah," katanya dalam paparan kinerja 2020 Bank Mandiri, Kamis (28/1/2021).

Dia menyampaikan perseroan akan melihat perkembangan penyusunan regulasi terlebih dahulu. Terlebih, OJK diwacanakan membuat aturan indikator keuangan berbeda dan operasional berbeda terkait neo bank.

Rico menyampaikan pengembangan digital akan dilakukan dalam lingkup grup Bank Mandiri. Perseroan menyiapkan sistem sekaligus sumber daya mumpuni untuk dapat terus mengembangkan digital banking.

Perseroan saat ini bahkan mencoba mengembangkan sistem agar lebih banyak keputusan strategis dapat diambil melalui big data. Rico menyampaikan, perseroan tahun ini menganggarkan alokasi capex IT senilai Rp1,75 triliun.

"Itu akan digunakan untuk pengembangan dan peningkatan keandalan core banking. Dana tersebut juga kami gunakan untuk peremajaan beberapa sistem," sebutnya.

Adapun, Rico pun memastikan pengambangan digital Bank Mandiri sejauh ini sudah sangat efektif. Perseroan mampu meningkatkan dana masyarakat, khususnya pada tabungan.

Suku bunga deposito pun bahkan berada pada 4,58%, turun 84 basis poin secara tahunan. Adapun, cost of fund dari total DPK berada di bawah 2,53%.

Perseroan memiliki fitur mobile banking yang aktif digunakan oleh nasabah. Bank Mandiri juga memiliki aplikasi Mandiri Pintar yang mampu memproses permohonan kredit UMKM dengan hanya 15 menit.

Adapun, total transaksi per 2020 mencapai Rp575 triliun, dan didominasi oleh mandiri online senilai Rp333 triliun. User aktif mandiri online mencapai 4,5 juta naik 40% secara tahunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mandiri Digital Banking
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top