Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI (BBNI) Perkirakan Kredit 2021 Lebih Ngegas, Tumbuh sampai 9 Persen

Sepanjang 2020, BBNI mencatatkan penyaluran kredit secara konsolidasi senilai Rp586,21 triliun, naik 5,3 persen yoy dari Rp556,77 triliun.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:49 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang ada di Jakarta, Senin (25/2). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang ada di Jakarta, Senin (25/2). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. optimistis pertumbuhan kredit akan berlanjut lebih kencang tahun ini.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Winston Rumantir menyampaikan kinerja ekonomi akan lebih baik pada 2020. Perseroan pun memiliki amunisi berupa likuiditas dan permodalan yang cukup untuk meningkatkan kinerja fungsi intermediasi.

"Pertumbuhan kredit kami akan membaik secara moderat pada kisaran 6 sampai 9 persen," katanya dalam paparan kinerja 2020 BNI, Jumat (29/1/2021).

Sepanjang 2020, BBNI mencatatkan penyaluran kredit secara konsolidasi senilai Rp586,21 triliun, naik 5,3 persen yoy dari Rp556,77 triliun.

Dia menjelaskan segmen korporasi akan menjadi andalan perseroan tahun ini. Terlebih pada tahun lalu, segmen ini masih cukup baik dan belum terlalu banyak membutuhkan bantuan restrukturisasi kredit.

Di samping itu, Silvano yakin bisnis konsumer juga akan mendorong penyaluran kredit tahun ini. Perseroan mempunyai nasabah yang membutuhkan permintaan kredit konsumer cukup baik tahun ini, terutama untuk dari segmen payroll gaji.

"Payroll loan bahkan bisa double digit, bahkan ini bisa lebih besar," imbuhnya.

Dia menambahkan segmen UMKM BNI akan dikonsolidasikan pada tahun ini. Perseroan akan fokus menjaga kualitas kreditnya sambil berupa mencari ceruk ekspansi dengan cross selling.

Perseroan pun melihat beberapa sektor seperti industri manufaktur dan industri pengolahan mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi.

"Kami pun melihat beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan dan pertambangan masih mampu menjadi pendongkrak kinerja tahun ini," sebutnya.

Industri pengolahan disebutkan mulai menunjukkan kinerja yang cukup baik pada akhir tahun lalu. Permintaan kredit terutama untuk industri otomotif pun mulai tampak meningkat. Sektor pertambangan pun sudah mulai merealisasikan permintaan kredit yang cukup baik sejak akhir 2020.

"Memang tidak semua komoditas. Namun beberapa komoditas seperti batubara, emas, dan nikel mampu menjadi potensi tahun ini," sebutnya.

Di luar itu, Silvano mengutarakan sektor pertanian pun akan menjadi tumpuan peningkatan kinerja fungsi intermediasi emiten berkode BBNI itu pada tahun ini. Harga sawit justru mulai tampak membaik di tengah masa pandemi tahun lalu.

Kemudian, sektor kesehatan pun semakin menunjukkan peningkatan kebutuhan terutama setelah terjadinya pandemi. Selanjutnya, sektor telekomunikasi dan komunikasi pun akan menunjukkan peningkatan kinerja lanjutan yang akan mendorong permintaan kreditnya.

Di sisi lain, Silvano berpendapat otoritas perbankan juga telah membantu BNI dengan memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi.

"Kebijakan relaksasi ini tidak hanya membantu bank dalam mengelola kualitas kredit, tetapi juga debitur untuk dapat fokus pada pemulihan kinerja selama mas pandemi," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni kredit pertumbuhan kredit bank bumn kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top