Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bidik 10 Besar Perbankan Syariah Global, Ini Strategi Bank Syariah Indonesia (BRIS)

Erick mengatakan Bank Syariah Indonesia dengan bisnis model yang baik, tim yang profesional, dan potensi pasar yang besar, mampu mencapai cita-cita tersebut.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  09:19 WIB
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). Presiden Joko Widodo meresmikan BSI yang menandai telah tuntas dan rampungnya proses merger tiga bank syariah milik Himbara yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). Presiden Joko Widodo meresmikan BSI yang menandai telah tuntas dan rampungnya proses merger tiga bank syariah milik Himbara yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meyakini PT Bank Syariah Indonesia Tbk. mampu masuk dalam top 10 bank syariah terbesar secara global dalam lima tahun ke depan, seperti harapan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut memang tidak mudah. Namun dia meyakini Bank Syariah Indonesia yang telah mendapatkan kepercayaan tersebut akan melakukan upaya terbaik. Erick mengatakan Bank Syariah Indonesia dengan bisnis model yang baik, tim yang profesional, dan potensi pasar yang besar, mampu mencapai cita-cita tersebut.

"Karena yang memberatkan itu justru kalau market-nya sempit, timnya sebagus apapun, bisnis modelnya sebagus apapun, gak gampang. Justru kita sudah ada market yang besar, yang selama ini justru kita ketinggalan karena tidak memiliki strategi bisnis yang tepat," katanya dalam acara Business Talk Kompas TV, Selasa (10/2/2021) malam.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan perseroan telah menyusun rencana bisnis dalam lima tahun mendatang. Strategi pertama yang akan dilakukan perseroan yakni fokus pada pasar domestik karena potensinya yang luar biasa besar.

"Tadi Pak Menteri [BUMN] sampaikan bahwa potensi masyarakat Indonesia yang muslim saat ini lebih dari 200 juta atau terbesar di dunia. Industri halal di 2024 diperkirakan sekitar Rp4.800 triliun. Nah potensi ini akan kami garap seoptimal mungkin," katanya dalam acara yang sama.

Hery mengatakan Bank Syariah Indonesia akan menjadikan UMKM dan Mikro sebagai salah satu fokus utama. Ini membawa kompetensi bank pendahulu yakni BRIsyariah. Fokus lainnya yakni di segmen konsumer dan ritel dengan mengembangkan pembiayaan pembelian rumah dan kendaraan, yang merupakan kompetensi BNI Syariah dan Mandiri Syariah.

Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia juga memiliki produk unggulan pembiayaan Mitraguna yang menyasar ASN dan BUMN. Hery mengatakan segmen ini memiliki potensi besar, di mana perseroan membukukan pembiayaan Rp1,3 triliun selama Januari tahun ini, serta kualitas aset yang baik dengan non performing financing (NPF) di bawah 0,6%. Di samping itu, gadai emas dan cicilan emas akan menjadi mesin pertumbuhan Bank Syariah Indonesia.

Hery menambahkan pihaknya juga mendapatkan mandat dari pemegang saham untuk melirik potensi pasar global. Bank Syariah Indonesia dapat menjadi underwriter untuk korporasi maupun BUMN menerbitkan sukuk global.

"Dengan dominasi antara domestik dan global, Insya Allah akan membuat bank ini lebih maju dan tumbuh secara sehat. Dan tentu pada akhirnya kapitalisasi pasar juga meningkat seiring dengan harga sahamnya juga meningkat. Dengan bisnis model ini, kami yakini akan bisa membawa BSI menjadi salah satu bank terbesar di antara 10 bank syariah global," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top