Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI: Indonesia Berpeluang Besar Jadi Pemain Utama di Industri Halal Global

Bonus demografi membuka peluang besar bagi pelaku industri halal nasional untuk mendorong peningkatan produksi dan menjadi pemain utama dalam industri halal global.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  12:59 WIB
Ilustrasi produk halal. - Reuters/Darren Staples
Ilustrasi produk halal. - Reuters/Darren Staples

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global.

Dalam Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020, BI menuliskan pada sisi sektoral ekonomi syariah, fokus pengembangan industri halal menjadi strategi sumber pertumbuhan baru berbagai negara, tidak hanya yang berpenduduk mayoritas muslim.

Bonus demografi membuka peluang besar bagi pelaku industri halal nasional untuk mendorong peningkatan produksi dan menjadi pemain utama dalam industri halal global.

“Peluang Indonesia terlihat dari pangsa ekspor bahan makanan halal Indonesia terhadap ekspor makanan halal global yang berada dalam kisaran 15 persen-18 persen dalam 5 tahun terakhir,” tulis BI dalam LEKSI 2020 seperti dikutip Rabu (31/3/2021). 

Berdasarkan grafik data BI dan laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) yang diolah, pangsa ekspor bahan makanan halal Indonesia di 2020 adalah sebesar 17 persen atau sekitar US$200 miliar.

Selain ekspor, BI juga menuturkan urgensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah juga datang dari besarnya kapasitas pasar industri halal domestik.

Hal tersebut ditunjukkan oleh grafik pangsa pasar industri halal Indonesia terhadap global. Terdapat 3 sektor pasar industri halal yang memiliki pangsa terhadap pasar global.

Di 2019, total pangsa pasar industri halal domestik terhadap global adalah sebesar 11 persen. Secara spesifik, data yang diolah dari BI dan SGIE menunjukkan pangsa sektor makanan halal terhadap global adalah sebesar 13 persen, lalu diikuti kawasan turis ramah muslim dan modest fashion sama-sama sebesar 6 persen.

BI menuliskan bahwa peran Indonesia sebagai salah satu pasar utama ekonomi dan keuangan syariah berimplikasi secara struktural bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Kondisi tersebut tidak saja memperlihatkan potensi Indonesia yang masih terbuka lebar, namun juga urgensi dari transformasi ekonomi dan keuangan syariah nasional agar tidak sekedar menjadi target pasar,” tulis BI.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia produk halal Indeks Syariah
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top