Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relaksasi PPN Belum Signifikan Dongkrak KPR BRI

Pemerintah memberikan insentif dengan membebaskan PPN untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar dan pemotongan 50 persen PPN untuk rumah seharga Rp2 miliar-Rp5 miliar.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 April 2021  |  22:22 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menilai kebijakan relaksasi pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) belum signifikan dalam pertumbuhan bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perseroan.

Pemerintah memberikan insentif dengan membebaskan PPN untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar dan pemotongan 50 persen PPN untuk rumah seharga Rp2 miliar-Rp5 miliar.

Namun insentif hanya berlaku untuk rumah/apartemen yang akan bisa diserahterimakan dari Maret hingga Agustus 2021. Adapun, besaran PPN pembelian rumah selama ini adalah 10 persen.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan relakasi pembebasan PPN belum signifikan dalam pertumbuhan bisnis KPR BRI.

“Hingga kuartal I 2021 bisnis KPR BRI tumbuh positif, yakni sebesar 2,06 persen. Dilihat dari pertumbuhan tersebut bisa dikatakan kebijakan relaksasi pembebasan PPN sudah mulai dirasakan meskipun belum begitu signifikan terhadap pertumbuhan bisnis KPR BRI,” ujar Aestika ketika dihubungi Bisnis pada Kamis (29/4/2021). 

Adapun, BRI menargetkan KPR BRI tahun ini bisa tumbuh di atas 10 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit kpr
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top