Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Ungkap Peminat Bisnis Gadai Makin Ramai

Sepanjang 2021 sampai dengan awal Mei terdapat penambahan izin usaha gadai sebanyak 16 (enam belas) perusahaan pergadaian baru.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  16:56 WIB
Nasabah menghitung uang usai melakukan transaksi di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah menghitung uang usai melakukan transaksi di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan tren banyaknya pelaku usaha yang mengajukan izin penyelenggara layanan pergadaian selama 3 tahun terakhir.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W Budiawan menjelaskan secara terperinci, pada periode 2019, pihaknya menerbitkan 17 izin usaha pergadaian baru.

Kemudian, pada 2020 mengalami peningkatan dengan adanya total penerbitan 26 izin usaha perusahaan pergadaian. Selain itu, di sepanjang 2021 sampai dengan awal Mei terdapat penambahan izin usaha gadai sebanyak 16 (enam belas) perusahaan pergadaian baru.

"Sampai dengan Mei 2021 terdapat 77 perusahaan pergadaian yang memiliki izin usaha sebagai perusahaan pergadaian. Sementara itu, berdasarkan data OJK, sampai dengan saat ini masih terdapat 46 pelaku usaha pergadaian yang masih dalam proses melengkapi persyaratan perizinan usaha sebagai perusahaan pergadaian," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (20/5/2021).

Berdasarkan data terkini OJK, jumlah aset industri pergadaian per Maret 2021 adalah sebesar Rp73,54 triliun atau meningkat sebesar 8,09 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp68,03 triliun.

Adapun, komposisi aset industri pergadaian tersebut terdiri dari aset perusahaan pergadaian pemerintah sebesar Rp72,62 triliun (98,75 persen) dan aset perusahaan pergadaian swasta sebesar Rp0,92 triliun (1,25 persen).

"Sementara itu, penyaluran pembiayaan/pinjaman per Maret 2021 sebesar Rp58,33 triliun atau naik sebesar 8,56 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp53,74 triliun," jelasnya.

Nilai ini disumbang pergadaian milik pemerintah atau PT Pegadaian (Persero) sebesar Rp57,75 triliun (99,01 persen) dan penyaluran pembiayaan/pinjaman oleh Perusahaan Pergadaian Swasta sebesar Rp0,58 triliun (0,99 persen).

Bambang menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja penyaluran pembiayaan/pinjaman usaha pergadaian selama masa pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini, menunjukkan kondisi industri yang positif.

"Layanan jasa gadai yang sederhana, mudah dan cepat memberikan keunggulan layanan jasa keuangan kepada masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan alternatif sumber pendanaan yang praktis sesuai dengan kondisi di masa pandemi Covid-19," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pegadaian gadai
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top