Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ayoconnect Bidik Pertumbuhan Bisnis 10 Kali Lipat

Ayoconnect ingin menjembatani perusahaan penagih dengan mitra pembayaran, baik daring maupun luring, sehingga proses tagihan berjalan lancar. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  08:50 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Ayoconnect, perusahaan finansial teknologi, menargetkan pertumbuhan bisnis hingga 10 kali lipat pada Desember 2021 dibandingkan dengan Desember 2020. 

 

Perusahaan yang bergerak di bidang agregator pembayaran tersebut akan merangkul lebih banyak mitra dan perusahaan penagih untuk mewujudkan target tersebut. 

 

COO & Founder Ayoconnect Chiragh Kirpalani mengatakan pada semester I/2021, jumlah transaksi yang dilayani  perseroan telah meningkat 600 persen secara tahunan. 

 

Jumlah mitra yang bergabung dengan ekosistem Ayoconnect juga meningkat dua kali lipat secara tahunan menjadi 80 mitra lebih.

 

Chiragh mengatakan Indonesia merupakan pasar yang besar. Hingga saat ini, terdapat 170 juta orang  yang membayar tagihan. 

 

Ayoconnect ingin menjembatani perusahaan penagih dengan mitra pembayaran, baik daring maupun luring, sehingga proses tagihan berjalan lancar. 

 

“Kami melihat peluang bisnis di sini bertumbuh, dan kami berharap hingga akhir tahun bisa 10 kali lipat pertumbuhan dibandingkan dengan Desember tahun lalu,” kata Chiragh beberapa waktu yang lalu.

 

Dari sisi keamanan, kata Chiragh, Ayoconnect memiliki keamanan yang cukup andal. Ayoconnect  juga sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). 

 

Lebih lanjut, Ayocconnect memiliki pangkalan data di dalam negeri sehingga data para mitra dan perusahaan penagih dapat terjaga dengan baik. 

 

Adapun tantangan dalam pengembangan bisnis Ayoconnect pada saat pandemi Covid-19 ini, kata Chiragh, adalah perihal integrasi data. 

 

Selama pandemi Covid-19 integrasi menjadi sulit karena beberapa  karyawan atau keluarganya sedang terkena Covid-19. 

 " Itu mungkin yang jadi hambatan,” kata Chiragh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet Teknologi Finansial
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top