Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bizhare Naik Kelas Jadi Fintech Berizin Securities Crowdfunding, Ini Bedanya

Setelah mengantongi izin securities crowdfunding, UKM selaku penerbit dalam platform Bizhare tidak hanya bisa menerbitkan saham untuk mendapatkan pendanaan dari pemodal, tetapi juga dimungkinkan menerbitkan instrumen efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 25 Agustus 2021  |  18:45 WIB
Bizhare Naik Kelas Jadi Fintech Berizin Securities Crowdfunding, Ini Bedanya
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lewat izin securities crowdfunding dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), platform urun dana bisa menawarkan penerbitan surat utang pelaku UKM, baik berupa obligasi maupun sukuk.

Terkini, Bizhare besutan PT Investasi Digital Nusantara yang merupakan salah satu pemain senior industri fintech urun dana, resmi mendapatkan izin securities crowdfunding berdasarkan surat keputusan anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-38/ D.04/2021.

CEO Bizhare Heinrich Vincent mengungkap dengan naik kelas dari sebelumnya berizin equity crowdfunding, pihaknya bisa berkontribusi lebih luas dalam memberikan solusi pendanaan bisnis UKM selaku 'Penerbit' efek.

Penerbit dalam platform tidak hanya bisa menerbitkan saham untuk mendapatkan pendanaan dari investor atau pemodal, namun juga instrumen efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Produk dan layanan Bizhare pun menjadi lebih variatif untuk penerbit maupun pemodal.

"Di sisi lain, kita ingin semakin membantu permodalan bisnis UKM di Indonesia melalui instrumen baru yaitu EBUS, terutama untuk UKM yang memiliki kebutuhan pendanaan proyek pemerintah, BUMN, atau swasta, untuk bisa kita support pendanaannya," ungkap Vincent dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Bersamaan dengan perluasan izin usaha menjadi Securities Crowdfunding, Bizhare juga tengah mempersiapkan perilisan aplikasi smartphone Bizhare di bulan mendatang.

CTO Bizhare Giovanni Umboh menambahkan hal ini seiring makin pesatnya perkembangan jumlah investor Bizhare dari tahun ke tahun, serta semakin banyaknya permintaan dari user untuk menyediakan aplikasi Bizhare.

"Bizhare dengan bangga akan menghadirkan aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna Android maupun iOS pada bulan September 2021 mendatang. Tidak hanya memperbaiki tampilan dan user experience saja, kami juga menghadirkan fitur-fitur baru dan melakukan perbaikan pada performa dan keamanan sistem kami," jelasnya.

Dengan adanya aplikasi, Bizhare berharap pengguna atau investor akan semakin mudah dalam melakukan transaksi investasi urun dana di dalam platform.

Adapun, Bizhare saat ini juga telah memiliki layanan baru Bizhare Syariah di mana di dalamnya menawarkan efek berprinsip syariah atau bisnis yang dijalankan secara syariah, sehingga Pemodal yang hanya memiliki ketertarikan di bisnis syariah bisa lebih terakomodasi.

"Ke depannya, dengan aplikasi mobile dan izin SCF, pengguna Bizhare juga dapat memiliki pilihan instrumen investasi yang lebih banyak lagi sesuai preferensi dan profil risiko yang dimiliki," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech securities crowdfunding
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top