Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maybank (BNII) Buka Suara Alasan Gugat Pailit Pan Brothers (PBRX)

Pada 2 Agustus 2021, Maybank resmi mengajukan permohonan pailit terhadap Pan Brothers usai permohonan PKPU ditolak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Agustus 2021  |  09:32 WIB
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) memberikan penjelasan mengenai alasan mengajukan permohonan pailit terhadap perusahaan tekstil PT Pan Brothers Tbk. (PBRX).

Dilansir Tempo.co pada Rabu (25/8/2021), Maybank menyatakan upaya tersebut merupakan bentuk sikap konsistensi terhadap peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Merupakan bentuk tegas dan taat hukum dari bank, selaku entitas berbadan hukum Indonesia," kata Budi Rahmad, kuasa hukum Maybank.

Budi menjelaskan Maybank dan Pan Brothers telah sepakat untuk tunduk pada perjanjian kredit bilateral yang diatur menurut hukum Indonesia. Dengan demikian, Maybank juga mengacu pada penyelesaian utang piutang berdasarkan hukum Indonesia. "Bukan hukum asing yang diputus oleh pengadilan asing," kata Budi.

Dalam perkara utang piutang ini, Maybank awalnya mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Pan Brothers pada 24 Mei 2021 di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Hakim menolak PKPU ini dengan salah satu pertimbangan bahwa Pan Brothers sudah dapat moratorium penyelesaian utang terhadap kreditur sindikasi oleh pengadilan di Singapura.

Maybank pun kecewa dengan keputusan ini karena PKPU diajukan atas kredit bilateral, bukan sindikasi. Selain itu, Maybank menilai dalil adanya putusan pengadilan asing yang mesti ditaati dapat menjadi preseden hukum yang mengkhawatirkan serta mencederai kedaulatan hukum Indonesia.

BNII juga menilai dalil penolakan tersebut juga menjadi preseden yang buruk atas kepastian yurisdiksi hukum bagi entitas berbadan hukum Indonesia. "Dalam hal ini dipaksa tunduk kepada putusan hukum pengadilan beryurisdiksi asing," kata Budi.

Pada 2 Agustus 2021, Maybank resmi mengajukan permohonan pailit. Lantaran sudah dapat moratorium oleh pengadilan Singapura, Pan Brothers pun menyatakan protes terbuka. "Terus terang kami tidak mengerti mengapa Maybank begitu berkeras kepala," kata pihak Pan Brothers dalam siaran resmi pada Jumat (20/8/2021).

Meski demikian, Budi menjelaskan bahwa UU Kepailitan dan PKPU di Indonesia bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan waktu bagi penyelesaian utang antara kreditur dan debitur. Jalur PKPU pun, kata Budi, diharapkan dapat membawa keseriusan Pan Brothers dalam menyelesaikan utangnya.

Di sisi lain, Budi menyebut permohonan pernyataan pailit dari Maybank juga tidak menutup kesempatan kepada Pan Brothers untuk tetep mengupayakan penyelesaian kewajiban kepada bank di luar pengadilan. "Dengan cara-cara yang wajar dan adil dengan tetap menghormati hak-hak dan kewajiban para pihak," kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pailit maybank pkpu pan brothers Maybank Indonesia

Sumber : tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top