Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasio Pencadangan di Atas 120 Persen, BTN Optimistis Capai Target Akhir Tahun

BBTN menargetkan pada akhir 2021, rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) akan berada pada level sebesar 16-18 persen dan rasio pencadangan (coverage ratio) mencapai di atas 120 persen.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 09 September 2021  |  17:50 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., optimistis bakal mencapai target kinerja bisnis pada akhir 2021. Perseroan juga meningkatkan pencadangan di atas 120 persen.

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan manajemen terus berupaya menjaga performa transformasi di masa pandemi untuk mempertahankan kinerja yang positif dan berkelanjutan.

Setiap langkah transformasi yang dilakukan juga sejalan dengan tujuan utama perseroan menyediakan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kami optimistis kinerja Bank BTN pada tahun ini akan tercapai dan tumbuh berkelanjutan. Bagi kami, sustainable merupakan prioritas terutama dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di masa mendatang,” ujarnya dalam Public Expose Bank BTN secara virtual di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

BTN pertumbuhan aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kisaran masing-masing sebesar 2-4 persen, 6-8 persen, dan 5-7 persen pada akhir 2021. Pertumbuhan tersebut diiringi modal dan pencadangan yang kuat.

BBTN menargetkan pada akhir 2021, rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) akan berada pada level sebesar 16-18 persen dan rasio pencadangan (coverage ratio) mencapai di atas 120 persen.

Nixon memaparkan untuk mempertahankan performa positif tersebut, bank pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia ini telah menginisiasi beragam transformasi.

Perseroan juga memperkuat akses kredit ke segmen dengan potensi pertumbuhan besar. Segmen yang memiliki permintaan tinggi ialah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), milenial, kaum urban, dan rantai bisnis di industri tersebut.

Bank BTN, lanjut Nixon, juga terus meningkatkan penghimpunan dana murah. Perseroan juga memfokuskan cabang dan outlet sebagai point of sales and services sehingga proses kredit dilakukan di tingkat regional.

“Langkah ini telah kami lakukan sebelum pandemi dan hingga kini strategi tersebut sukses membawa Bank BTN mampu mengarungi badai pandemi,” kata Nixon.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn dpk permodalan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top