Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Tips Investasi ala George Soros, Investor yang Kontroversial

Berikut 4 tips investasi ala George Soros. Sosok investor sekaligus spekulan yang kontroversial.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 17 November 2021  |  16:28 WIB
George Soros - www.georgesoros.com
George Soros - www.georgesoros.com

Bisnis.com, JAKARTA – Nama George Soros mungkin tidak sepopuler Warren buffett. Namun, Soros merupakan salah satu investor paling sukses dalam sejarah. Simak 4 tips investasi ala milyarder George Soros.

Menurut Forbes, saat ini kekayaan George Soros mencapai US$8,6 miliar. Soros bahkan menyumbangkan uang yang sangat besar untuk mendanai Open Society Foundations.

Melalui kehebatannya dalam bidang finansial, banyak hal yang dapat dipetik dari kisah George Soros untuk diaplikasikan dalam berinvestasi.

Melansir dari situs The Motley Fool, berikut 4 tips investasi ala George Soros. Miliarder kontroversial berdarah Hungaria-Amerika Serikat yang kini menjadi filantropis.

1. Temukan Jenis Investasi yang Cocok dengan Anda

Soros merupakan seorang spekulan dalam dunia investasi. Dia tidak bermain dengan aturan khas diversifikasi, nilai, dan horizon jangka panjang. Temukan ciri khas Anda sendiri dalam berinvestasi. Kemungkinan Anda lemah di investasi jangka pendek, namun bagus pada investasi jangka panjang.

“Jika Anda pandai dalam sesuatu, gunakan itu untuk keuntungan Anda," ujar George Soros seperti dikutip dari fool.com, Rabu (17/11/2021).

2. Memanfaatkan Kesalahan Ekonomi

Beberapa langkah terbesar George Soros terkait dengan spekulasi mata uang. Pada prinsipnya, dia terus-menerus disebut sebagai "orang yang hampir membuat Inggris bangkrut."

Negara-negara Eropa secara aktif mengelompokkan mata uang satu sama lain untuk menstabilkan nilai tukar. Ketika Inggris memasuki kemerosotan, Soros pada dasarnya menurunkan nilai poundsterling dengan meminjam mata uang Inggris dan kemudian mengubahnya menjadi mata uang Jerman dengan taruhan bahwa poundsterling Inggris akan mendevaluasi.

Pertaruhan itu terbayar. Soros untung bersih US$1 miliar dalam satu hari. Pada saat itu selesai, dia menghasilkan hampir US$2 miliar. Hal tersebut jelas merupakan langkah kontroversial karena Soros diuntungkan saat negara menderita.

3. Spekulasi = Risiko Tinggi

Jika Anda akan bertaruh besar, sebaiknya bersiap untuk kalah besar. Meskipun jarang, Soros memiliki beberapa kerugian besar.

Pada 1987, dia kehilangan US$300 juta dengan salah menilai bahwa pasar akan terus naik. Bukan hanya Itu, dia sempat rugi US$2 miliar selama krisis utang Rusia.

Mengingat semua kerugiannya, George Soros memiliki lebih banyak keuntungan. Pelajaran yang harus diambil adalah jika Anda akan berinvestasi besar, sebaiknya bersiap menghadapi kekalahan yang besar juga. Jika belum siap, lebih baik jangan. Menurut The Motley Fool, jenis perdagangan yang dilakukan Soros bukan untuk investor yang lemah.

4. Keadaan Tidak Menentukan Hidupmu

Anda selalu dapat mengubah peruntungan hidup. Soros yang lahir di Hungaria pada 1930 merupakan seorang Yahudi. Ayah Soros membuat identitas palsu agar Soros tetap aman hidup di Eropa saat itu.

Cara Anda melihat dunia akan berubah saat Anda dalam kondisi bahaya. Soros bergerak maju membuat perubahan dalam dirinya. Dia pergi ke London pada usia 17 tahun dan mempelajari hal-hal seperti filsafat sebelum menjadi pedagang arbitrase di New York.

Pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan soros adalah jangan terpaku dengan kehidupan Anda saat ini. Kehidupan Anda tidak akan berubah jika Anda tidak mengambil tindakan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

personal finance orang kaya george soros soros tips investasi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top