Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rp1,29 Triliun Aliran Modal Asing Minggat dari Pasar Keuangan RI

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik pada minggu ketiga November 2021 mencapai Rp1,29 triliun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 26 November 2021  |  23:07 WIB
Rp1,29 Triliun Aliran Modal Asing Minggat dari Pasar Keuangan RI
Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik pada minggu ketiga November 2021 mencapai Rp1,29 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 22–25 November 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,29 triliun,” tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono pada siaran resmi, Jumat (26/11/2021).

Dari jumlah tersebut, aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,77 triliun, dan yang masuk ke pasar saham sebesar Rp480 miliar.

Secara tahun berjalan atau sepanjang 2021, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp18,59 triliun (year to date/ytd).

Di sisi lain, BI turut mencatat pergerakan nilai tukar rupiah pada 22–26 November 2021. Rupiah tercatat sedikit melemah ke level (bid) Rp14.280 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/11/2021), dari posisi sebelumnya Rp14.265 per dolar AS pada Kamis (25/11/2021).

Selain itu, BI mencatat premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 79,88 bps per 26 November 2021. Posisi tersebut lebih tinggi dari level 76,96 bps per 19 November 2021. Hal itu berarti persepsi investor terhadap risiko investasi memburuk.

Erwin mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia modal asing
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top