Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sarana Multigriya Finansial Dorong BPD Makin Rajin Salurkan KPR

BPD memiliki peran strategis terhadap penyaluran KPR ke daerah-daerah tertentu yang tak tersentuh oleh bank umum. 
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  20:59 WIB
Warga melintas di depan logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta, Selasa (2/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga melintas di depan logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta, Selasa (2/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pembiayaan khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berharap Bank Pembangunan Daerah (BPD) makin rajin menyalurkan kredit kepemilikan rumah alias KPR

Sekadar informasi, SMF merupakan BUMN yang memiliki mandat khusus sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, atau hanya menyalurkan kredit ke mitra lembaga keuangan penyalur KPR. Mulai dari perbankan, multifinance, dan tak terkecuali BPD. 

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkap hal ini diperlukan karena BPD memiliki peran strategis terhadap penyaluran KPR ke daerah-daerah tertentu yang tak tersentuh oleh bank umum. 

"Kami melihat beberapa BPD itu masih kurang fokus buat KPR. Inilah salah satu fenomena yang membuat penyaluran kami di Indonesia bagian tengah dan timur masih belum optimal. Kami mendorong BPD harus mau dan punya political will untuk menyalurkan KPR, baik yang subsidi maupun komersial," jelasnya dalam media visit ke redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (7/12/2021). 

Sekadar informasi, dari akumulasi penyaluran SMF kepada para mitra sejak 2006 sampai kuartal III/2021 senilai Rp74,04 triliun, sebanyak 84,34 persen terealisasi di Indonesia Barat yang memiliki sebaran rumah tangga 80,77 persen dari total. 

Realisasi penyaluran di Indonesia Tengah hanya mengambil porsi 14,96 persen, padahal sebaran rumah tangga mencapai 16,06 persen. Porsi di Indonesia Timur lebih rendah lagi, yakni hanya 0,7 persen dari sebaran rumah tangga mencapai 3,17 persen dari total populasi. 

Ananta mengungkap bahwa beberapa BPD memang telah mulai menyalurkan beberapa jenis KPR dan mengakses layanan SMF terkait refinancing. Namun, banyak di antara mereka masih mengubah-ubah program terkait perumahan karena tergantung kebijakan kepala daerah setempat yang sedang menjabat. 

Sebagai gambaran, layanan dari SMF sebagai BUMN yang berstatus special mission vehicle (SMV) memiliki tujuan membantu likuiditas para penyalur KPR, termasuk BPD, supaya memiliki arus kas yang lebih mengalir tanpa harus menunggu pelunasan cicilan KPR dari debitur, yang notabene memakan waktu lama. 

"Kalau BPD lebih fokus menyalurkan KPR, mereka bisa memanfaatkan program ini buat pegawai Pemda setempat, ASN, dan masyarakat sekitar, terutama yang berpenghasilan rendah. Jadi bank-bank BPD punya impact besar buat masyarakat. Kami akan terus menggelar program pengembangan kapasitas buat rekan-rekan BPD supaya ke depan mulai giat meluncurkan program KPR," tambahnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr bpd smf
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top