Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gandeng 3 BPR di Jatim, SMF Fasilitasi Akses KPR Sektor Informal

Program sinergi pemberian fasilitas pemilikan rumah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan SMF kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kecil di daerah yang membutuhkan dan belum terfasilitasi untuk dapat memperoleh haknya dalam mendapatkan hunian yang layak.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  05:40 WIB
Warga melintas di depan logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta, Selasa (2/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga melintas di depan logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta, Selasa (2/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pembiayaan khusus PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalin sinergi untuk memberikan akses kredit kepemilikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah atau sektor informal di wilayah Jombang, Tulungagung, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Direktur SMF, Heliantopo mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen SMF sebagai BUMN yang mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk ikut terlibat aktif dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan, baik dari sisi supply maupun demand sesuai perluasan mandat yang telah diberikan oleh pemerintah.

Program sinergi pemberian fasilitas pemilikan rumah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan SMF kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kecil di daerah yang membutuhkan dan belum terfasilitasi untuk dapat memperoleh haknya dalam mendapatkan hunian yang layak.

"Ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah. Di mana dana yang dialirkan berasal dari APBN yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia," ungkap Heliantopo dalam keterangannya, Senin (13/12/2021).

Nota Kesepahaman terkait Program Perumahan Pemukiman bagi masyarakat di masing-masing Kabupaten antara SMF dengan tiga Pemerintah Daerah dan tiga BPR di wilayah tersebut.

Antara lain, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Achmad Zaini.

Direktur Utama BPR Jombang Afandi Nugroho, Direktur Utama BPR Tulungagung, Suhermin, dan Direktur Utama BPR Delta Artha Sidoarjo Sofia Nurkrisnajati Atmaja.

Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat khususnya dalam kondisi sekarang ini di mana pandemi masih bergulir. Masyarakat dapat terbantu sehingga dapat kembali bangkit, bergerak dan berikhtiar untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomiannya, yang pada gilirannya nanti juga dapat ikut mendukung PEN.

"Kami optimis sinergi ini dapat memberikan kontribusi kepada percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional serta mendorong peningkatan akses pemilikan hunian yang layak dan terjangkau khususnya di berbagai daerah di Indonesia," tambahnya.

Melalui kerja sama tersebut, SMF akan memberikan dukungan untuk program perumahan dan permukiman atas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang telah bekerja sama dengan asosiasi pengembang perumahan di tiga wilayah.

Ada pula program perumahan dan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fixed income) di Kabupaten Tulungagung, Jombang dan Sidoarjo, serta kepemilikan tanah dan renovasi rumah tidak layak huni (incremental housing).

Selain itu, program juga mencakup pembangunan rumah di atas lahan sendiri bagi masyarakat di tiga wilayah tersebut. Adapun dalam upaya mengurangi backlog perumahan, pertukaran data dan informasi sehubungan dengan rencana kerjasama bidang perumahan dan permukiman di tiga wilayah, serta dukungan Pemerintah Daerah dalam pertumbuhan perumahan dan pemukiman di tiga kabupaten tersebut.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menuturkan bahwa Sidoarjo dengan karakteristik sebagai daerah industri dan tujuan urbanisasi menjadikan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan tingkat hunian yang tinggi.

Di samping itu, masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan dan MBR serta non-fixed income juga membutuhkan hunian tetap atau rumah layak huni.

"Seringkali MBR dan non fix income ini tidak lolos analisa bank, maka dari itu Pemerintah harus memiliki solusi pengaturan bantuan, kemudahan-kemudahan pembiayaan perumahan yang diberikan oleh Pemerintah dalam bentuk KPR Bersubsidi yang disalurkan melalui Bank Pelaksana," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Ali sangat menyambut baik adanya sinergi ini, khususnya untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau serta mengurangi backlog perumahan sekaligus peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Sidoarjo.

Adapun, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan rasa syukur serta dukungan penuh kepada SMF yang untuk bersinergi dengan BPR Bank Tulungagung dan Pemkab Tulungagung.

"Sinergi ini merupakan salah satu strategi kami untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus peningkatan rumah tidak layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tulungagung, Oleh karenanya kerja sama ini menjadi sangat penting demi mewujudkan mayarakat Tulungagung untuk mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan yang layak," ucap Marwoto.

Terakhir, Bupati Jombang Mundjidah Wahab juga mengungkapkan dukungan serta memberikan penghargaan kepada SMF atas kesediannya untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang.

"Ini merupakan bentuk perwujudan peran Pemerintah untuk pemerataan pembangunan dalam hal penyediaan perumahan untuk rakyat. Di Jombang jumlah warga masyarakat yang belum memiliki hunian yang layak masih cukup tinggi," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr bpr backlog perumahan smf
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top