Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sepanjang 2021, LPEI Telah Bantu 2.706 UKM di Seluruh Indonesia

LPEI berperan memajukan pengembangan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi demi mendapatkan produk-produk yang bernilai jual tinggi dan berorientasi ekspor.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  23:35 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan khusus pelat merah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank membantu 75 pelaku usaha meraih ekspor perdana lewat Coaching Program for New Exporters (CPNE).

Direktur Pelaksana II Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi menjelaskan bahwa program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan selama satu tahun dan tidak dipungut biaya ini merupakan upaya mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi peningkatan ekspor nasional.

"Pada akhir November 2021, kita sudah memberikan pelatihan kepada 2.706 pelaku UKM tersebar di 15 kota, dan terdapat 75 pelaku usaha yang merupakan lulusan CPNE yang telah berhasil melakukan ekspor perdana. Selain itu, ada 6 program Desa Devisa yang melibatkan 26 desa dengan total 2.894 petani atau pengrajin," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/12/2021).

Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan, LPEI berperan memajukan pengembangan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi demi mendapatkan produk-produk yang bernilai jual tinggi dan berorientasi ekspor.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan ekspor nasional, membantu peningkatan kemampuan produksi nasional yang berdaya saing tinggi serta memiliki keunggulan untuk ekspor.

"Program CPNE dapat diikuti oleh pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kapasitasnya agar bisa masuk dunia ekspor. Mereka akan dibekali dengan pelatihan mengenai standar kualitas produk ekspor, sertifikasi, klasifikasi harmonized system (HS) Code, dan lainnya," tambahnya.

Selain CPNE, LPEI menerapkan beberapa strategi untuk membantu para pelaku UKM agar naik kelas, salah satunya dengan mengedepankan program pengembangan masyarakat berbasis komoditas di suatu wilayah bertajuk Desa Devisa.

Program ini dirancang sebagai solusi bagi para pelaku usaha untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding yang merupakan program  memasarkan produk yang dihasilkan UKM secara digital melalui marketplace global.

Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antar lembaga dan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi kawasan dan mendorong pelaku usahanya.

Pada tanggal 6 November 2021, telah diluncurkan Desa Devisa Garam Kusamba yang merupakan kolaborasi dan sinergi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan LPEI.

Tujuan program ini selain untuk membawa garam lokal berkualitas menjadi lebih mendunia, juga diharapkan dapat dan mampu meningkatkan taraf perekonomian, sosial dan lingkungan setempat. 

"Kami merupakan lembaga keuangan khusus yang didirikan Pemerintah yang salah satu kegiatannya memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha berorientasi ekspor untuk dapat  meningkatkan daya saing produk Indonesia maupun jasa di pasar global. LPEI menyiapkan wadah one stop service solution bagi para pelaku usaha berorientasi ekspor," tutup Maqin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm lpei
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top