Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penuhi Modal Inti, OJK Sebut Ada 2 Bank Kedatangan Investor Baru

Kehadiran investor itu untuk memenuhi aturan modal inti minimum bank sebesar Rp 2 triliun yang seharusnya terpenuhi pada tahun lalu.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  13:40 WIB
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada dua bank yang akan kedatangan investor baru untuk menyuntikkan modal guna memenuhi ketentuan modal inti.

Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, mengatakan bahwa kehadiran investor itu untuk memenuhi aturan modal inti minimum bank sebesar Rp 2 triliun yang seharusnya terpenuhi pada tahun lalu.

Peraturan OJK No. 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum mewajibkan perbankan memiliki modal inti Rp1 triliun di 2020, lalu naik Rp2 triliun pada 2021 dan Rp3 triliun tahun 2022.

“Seluruh bank yang wajib menjadi Rp2 triliun di 2021 sudah memenuhi, ada 1 – 2 sedang pipeline, sedang diskusi dengan investor dan partner. Tetapi ini sudah dalam rencana,” ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Heru menambahkan bahwa seluruh bank telah menyampaikan rencana untuk memenuhi ketentuan modal inti dengan berbagai cara. Mulai dari rights issue, menggaet investor strategis, hingga membentuk kelompok usaha bank atau KUB.

Sebagai contoh, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) baru saja masuk ke dalam struktur KUB Mega Corpora milik taipan Chairul Tanjung atau CT.

KUB tersebut memosisikan Bank Mega sebagai pelaksana perusahaan induk, sementara Bank Mega Syariah dan Allo Bank Indonesia ditetapkan sebagai anggota.

Berdasarkan aturan OJK, KUB memungkinkan bank-bank kecil bernaung di dalam satu bank besar sebagai induknya. Dengan demikian, modal inti bank kecil tersebut cukup mencapai minimal Rp1 triliun.

“Jadi, semua kebutuhan anak usahanya akan diatasi bank induk. Pemenuhan Rp3 triliun itu bisa menambah modal sendiri, bergabung cari partner atau merger, atau membentuk kelompok usaha bank. Saya gembira sekarang semua dalam taraf memenuhi itu,” kata Heru.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan investor OJK modal inti
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top