Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Strategi Investasi Crypto, Trading VS Investasi Pasif, Apa Bedanya?

Trading aktif adalah kegiatan jual beli aset crypto dalam waktu yang relatif singkat dan sering.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  13:27 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan investasi tentu disesuaikan dengan risiko setiap investor, salah satunya adalah melakukan trading . Ada yang melakukan trading aktif atau investasi secara pasif. Dua tipe strategi ini dapat dilakukan baik dalam konteks investasi saham maupun aset crypto

Lantas apa yang membedakan dua tipe strategi tersebut? Dilansir dari laman Pintu Academy, ada dua tipe strategi investasi yang dapat dilakukan ketika investasi aset crypto, yakni trading aktif dan investasi pasif jangka panjang.

 

Trading aktif

Trading aktif adalah kegiatan jual beli aset crypto dalam waktu yang relatif singkat dan sering. Seseorang yang melakukan trading aktif sering memantau pergerakan harga dan mengatur portofolio mereka di pasar.

Oleh karena itu trading aktif membutuhkan dedikasi waktu serta perhatian untuk mendapatkan keuntungan yang lebih cepat dibandingkan investasi jangka panjang yang pasif.

Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan untuk melakukan trading aktif, di antaranya:

Trading harian

Trading harian adalah kegiatan membeli dan menjual crypto dengan memanfaatkan pergerakan harga pada rentang waktu di bawah 24 jam. Orang yang melakukan trading harian menggunakan banyak cara analisa untuk melakukan kegiatan jual beli, biasanya untuk menemukan inefisiensi pasar yang dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan. Strategi ini bisa sangat menguntungkan buat sebagian orang, namun memiliki risiko yang tinggi.

Swing trading

Swing trading adalah strategi jual beli crypto yang memanfaatkan gelombang naik turunnya pergerakan harga dalam rentang waktu mingguan. Tujuan dari swing trading adalah menangkap potensi pergerakan harga. Biasanya swing trader menahan posisi short term dan long term tapi biasanya tidak melebihi dari beberapa minggu atau beberapa bulan.

Swing trader memanfaatkan analisis teknikal serta analisis fundamental untuk merumuskan keputusan dalam melakukan trading. Strategi ini membutuhkan waktu untuk memanfaatkan gelombang pergerakan harga, namun cukup pendek sehingga tidak terlalu sulit untuk mengevaluasi hasilnya.

Trend trading

Trend trading adalah strategi kegiatan jual beli crypto mengikuti tren yang dipercaya oleh trader. Beberapa trend trader memanfaatkan analisis fundamental, terutama pada aspek peristiwa jangka panjang, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Strategi ini percaya bahwa nilai aset akan bergerak mengikuti tren, namun tetap berhati-hati bila ada pembalikan tren.

Scalping

Scalping adalah strategi trading yang berupaya mendapatkan profit dari perubahan harga kecil yang terjadi sepanjang hari. Scalping mencari celah untuk mendapatkan untung dengan memanfaatkan inefisiensi, gap bid-ask spread, likuiditas yang ada di pasar dan lain sebagainya.

Scalping lebih cocok digunakan pada aset dengan volume besar, karena lebih mudah diprediksi pergerakannya, serta dilakukan oleh trader tingkat lanjut karena membutuhkan pengetahuan pasar yang mendalam.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi cryptocurrency aset kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top