Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waketum MUI Tidak Setuju BSI (BRIS) Akuisisi BTN Syariah, Kenapa?

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI  dan Bank BTN Syariah perlu memiliki langkah pengembangan tetapi bukan melalui akuisisi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  05:20 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. - nu.or.id
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. - nu.or.id

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI  dan Bank BTN Syariah perlu memiliki langkah pengembangan tetapi bukan melalui akuisisi.

Dia menilai keduanya bisa mendorong perkembangan ekonomi syariah. Anwar yang juga Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai bahwa langkah BSI dapat berupa perubahan bentuk menjadi badan usaha milik negara (BUMN). Hal tersebut menurutnya penting agar BSI menjadi lebih independen dan tidak bergantung kepada tiga bank induknya.

"Sudah saatnya BSI tampil sebagai bank yang mandiri dan independen yang berhak untuk menentukan dirinya sendiri, yang itu tentu tidak akan bisa terjadi kalau dia masih terkait dengan ketiga bank yang melahirkannya yang telah menjadi induknya," ujar Anwar pada Sabtu (26/2/2022).

Lalu, menurutnya, pemerintah perlu memberi ruang atau tugas khusus bagi BTN Syariah dalam menggarap segmen yang belum tersentuh oleh emiten berkode saham BRIS itu. Sebab, dia percaya sinergi kedua entitas usaha dapat berjalan tanpa adanya akuisis.

"Saya benar-benar tidak setuju bila BTN Syariah akan diakuisisi oleh BSI. Menurut saya sebaiknya BTN Syariah tersebut ditunjuk dan diberi tugas khusus oleh pemerintah untuk mengurusi usaha mikro dan ultra mikro, serta usaha kecil yang tidak dijamah oleh BSI," ujar Anwar.

Menurutnya, jika langkah tersebut dapat terjadi, amanat konstitusi untuk menyejahterakan masyarakat bisa berjalan meskipun belum sempurna. Hal itu pun akan sejalan dengan langkah politis pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mengurusi usaha mikro dan ultra mikro.

Adanya penugasan BTN Syariah untuk menggarap segmen mikro dan ultra mikro, menurut Anwar, membuat langkah menyejahterakan masyarakat bukan hanya menyasar kelas atas dan menengah, tetapi lapis bawah. Dia berharap akan adanya kenaikan kelas ekonomi masyarakat bawah melalui dukungan BTN Syariah.

Dia berharap BSI akan berperan aktif dalam memperbesar jumlah kelas menengah yang dapat memicu peningkatan konsumsi dan ekonomi. Lalu, BTN Syariah mengembangkan perekonomian masyarakat bawah.

"Kami harapkan akan terjadi mobilitas vertikal di mana usaha ultra mikro dan mikro akan bisa naik kelas menjadi usaha kecil, sementara usaha kecil naik kelas ke usaha menengah, dan usaha menengah naik kelas ke usaha besar," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bank syariah BUMN perbankan BRIS
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top