Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BBYB Loyo Sejak Umumkan Rencana Rights Issue dan Private Placement

Pada perdagangan hari ini, Senin (20/6/2022), saham Bank Neo Commerce merosot 6,17 persen menuju level Rp1.065 per lembar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  20:14 WIB
Saham BBYB Loyo Sejak Umumkan Rencana Rights Issue dan Private Placement
Saham BBYB loyo sejak umumkan rencana rights issue dan private placement. - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan saham bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) sedang dalam tren penurunan usai perseroan mengumumkan rencana aksi penambahan modal melalui mekanisme rights issue dan private placement.

Pada perdagangan hari ini, Senin (20/6/2022), saham Bank Neo Commerce merosot 6,17 persen menuju level Rp1.065 per lembar. Tercatat, total saham yang diperdagangkan mencapai 33 juta dengan nilai turnover mencapai Rp39,2 miliar.

Berdasarkan data RTI, saham emiten bank dengan ticker BBYB ini terpantau turun 18,08 persen dalam sepekan terakhir. Sementara itu, dalam kurun satu bulan, saham bank digital ini merosot 21,40 persen.

Sejak pekan lalu, manajemen BBYB telah menyatakan siap melakukan aksi penambahan modal berupa rights issue dan private placement. Hal ini disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/6) malam.

Berdasarkan informasi di BEI, Bank Neo Commerce berencana menerbitkan 5 miliar saham baru dalam rencana rights issue. Sementara itu, untuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement sebanyak 942,17 juta saham.

Manajemen menyampaikan dana rights issue akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha. Adapun, dana private placement dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha BBYB.

“Dengan dilakukannya PMHMETD VI, perseroan akan mendapatkan tambahan modal disetor yang akan digunakan untuk modal kerja, sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha dan akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha perseroan,” tulis manajemen.

Sebelum melaksanakan aksi korporasi, perseroan akan meminta persetujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 21 Juli 2022 mulai pukul 14.00 WIB. Adapun, pemanggilan rapat dilakukan pada 29 Juni.

Aksi rights issue akan dilakukan tidak lebih dari 12 bulan sejak mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pada 21 Juli 2022, sedangkan private placement akan dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 tahun.

Untuk private placement, manajemen menjelaskan setelah penambahan modal ditempatkan dan disetor efektif, persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham akan mengalami penurunan dilusi) sebesar 9,09 persen.

Akan tetapi jumlah saham yang dimiliki oleh para pemegang saham sebelum dan sesudah penerbitan saham baru tidak akan mengalami perubahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

private placement rights issue Bank Digital bank neo commerce
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top