Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue BTN (BBTN), Dirut Haru Ungkap Timeline dan Prospek Dividen

Secara akumulasi 3 tahun, kontribusi dividen yang akan diberikan Bank BTN meningkat 301 persen. Tak hanya itu, kontribusi pajak dari semula Rp9,84 triliun menjadi Rp13,74 triliun atau naik 40 persen.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  07:33 WIB
Rights Issue BTN (BBTN), Dirut Haru Ungkap Timeline dan Prospek Dividen
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyampaikan sederet peningkatan kontribusi yang akan perseroan berikan kepada pemerintah dalam jangka waktu 2 – 3 tahun pasca penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2,98 triliun.

“Dengan adanya PMN atau rights issue, Bank BTN dapat meningkatkan kontribusi kepada pemerintah berupa dividen dan pembayaran pajak yang lebih besar,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam Rapat Komisi VI DPR, Kamis (30/6/2022).

 Haru menjelaskan PMN pemerintah sebesar Rp2,98 triliun dapat dikembalikan berupa dividen dan pajak dalam jangka waktu 2-3 tahun, yakni 2023 – 2025.

"Untuk kontribusi dividen, kami asumsikan apabila sama dengan tahun lalu, di mana Bank BTN memberikan dividen payout sebesar 10 persen, maka dalam waktu 3 tahun hingga 2025 jumlah dividen yang dibayarkan akan meningkat secara akumulatif dari sebelumnya Rp875 miliar menjadi Rp3,5 triliun,” ujarnya.

Secara akumulasi 3 tahun, kontribusi dividen yang akan diberikan Bank BTN meningkat 301 persen. Sama halnya dengan kontribusi pajak dari semula Rp9,84 triliun menjadi Rp13,74 triliun atau naik 40 persen. Adapun, total kontribusi kepada pemerintah dari Rp10,37 triliun menjadi Rp15,85 triliun, atau naik 53 persen.

Adapun, mitigasi yang akan dilakukan dari aksi korporasi BBTN antara lain memitigasi rencana pelaksanaan rights issue yang sudah dicanangkan. Menurutnya, dengan memitigasi waktu, maka perseroan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemasaran atau komunikasi kepada publik.

“Tentu dengan partisipasi pemerintah maka confidence dari publik juga akan meningkat,” ujarnya.

Setelah itu, perseroan membangun komunikasi dengan menjelaskan prospek bisnis di masa depan kepada investor.

 Untuk diketahui, berikut ini adalah timeline rights issue Bank BTN:

 

No

Aktivitas

Target

1.

Perkiraan penerbitan KMK alokasi dana cadangan investasi

27 Juli 2022

2.

Izin prakarsa kepada presiden

3 Agustus 2022

3.

Pembentukan komite privatisasi

5 Agustus 2022

4.

Penyampaian agenda penyelenggaraan RUPSLB kepada OJK

5 Agustus 2022

5.

Pembahasan Antar Kementerian (PAK)

5 Agustus – 30 September 2022

6.

Penyelesaian Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2022

8 Agustus 2022

7.

Pengumuman sehubungan penyelenggaraan RUPSLB melalui koran, situs IDX & BTN, dan KSEI, serta penyampaian informasi seputar rights issue

12 Agustus 2022

8.

Recording date penyelenggaraan RUPSLB

26 Agustus 2022

9.

Penyampaian undangan penyelenggaraan RUPSLB melalui koran, situs IDX & BTN, dan KSEI

29 Agustus 2022

10.

RUPSLB BTN sehubungan rights issue

20 September 2022

11.

Penyampaian pernyataan pendaftaran kepada OJK (Reg 1)

22 September 2022

12.

Tanggapan OJK

29 September 2022

13.

Perkiraan penerbitan peraturan pemerintah (PP)

3 Oktober 2022

14.

Jawaban atas tanggapan OJK (Reg 2)

6 Oktober 2022

15.

Perkiraan penerbitan KMK – Penetapan nilai PMN

10 Oktober 2022

16.

Penetapan & penyampaian harga final kepada OJK (Reg 2,5)

13 Oktober 2022

17.

Pernyataan efektif dari OJK

20 Oktober 2022

18.

Recording date pemegang saham yang berhak atas HMETD

1 November 2022

19.

Periode listing dan perdagangan saham baru (periode pelaksanaan hak)

3 – 10 November 2022

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbtn pmn rights issue
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top