Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunggu Restu OJK, Bank Nagari Bakal Luncurkan Superapps Tahun Ini

Superapps milik Bank Nagari pada akhir tahun ini tidak berimbas pada pengurangan kantor cabang perseroan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 03 September 2022  |  09:46 WIB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari tengah menanti perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meluncurkan superapps besutan Bank Nagari.

Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad berharap superapps tersebut sudah dapat meluncur di tangan nasabah sebelum akhir tahun 2022.

“Kita harapkan sesegeranya. Karena sekarang masih ada hal hal yang harus kita selesaikan secara perizinan (OJK). Kita usahakan tahun ini [superapps meluncur],” ujar Irsyad saat ditemui di Aston Sentul Lake Resort and Conference Center, Bogor, Kamis (1/9/2022).

Irsyad menyampaikan kehadiran superapps milik Bank Nagari pada akhir tahun ini tidak berimbas pada pengurangan kantor cabang perseroan, melainkan pada kantor layanan yang kemungkinan akan dipangkas. Kendati demikian, imbuh Irsyad, sumber daya manusia (SDM) Bank Nagari akan beralih fungsi.

“Sekarang kami [Bank Nagari] buka kantor elektronik. Belum ada BPD buka kantor elektronik. Ini yang kita coba dengan kawan BPD lain, berkolaborasi membangun layanan digital yang bisa dipahami masyarakat dan bisa terbantu,” ungkapnya.

Di samping itu, penggunaan SMS Banking juga masih dipakai di wilayah pedesaan ataupun kabupaten/kota Sumatera Barat dengan transaksi mencapai 15–20 persen dari total transaksi Bank Nagari.

Selain itu, Irsyad melihat perubahan perilaku masyarakat ke arah digital juga membuat transaksi digital di Bank Nagari mengalami peningkatan. Tercatat, nasabah yang menggunakan transaksi digital di Bank Nagari sudah mencapai 60 persen dari transaksi harian di konvensional.

Senada, pandemi Covid-19 juga memicu peralihan transaksi nasabah Bank Nadari dari semula konvensional beralih ke ranah digital. Transisi ini mengalami kenaikan sebesar 40 persen. “Jadi orang datang ke kantor cabang itu sudah tidak penting dan juga boleh dikatakan sepi, tapi transaksi meningkatnya di atas harapan kita,” katanya.

Menurut Irsyad, transaksi digital merupakan hal yang efisien dan efektif. Pasalnya, hanya dengan melalui genggaman smartphone dan sambungan internet, nasabah sudah bisa menikmati layanan perbankan kapan saja dan di mana saja.

Adapun, dalam menghadapi tantangan dalam perkembangan digital, Irsyad menyampaikan perbankan harus melakukan beberapa hal untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabah,. Pertama, membangun fitur-fitur pada e-channel seperti top-up e-wallet atau biller pembayaran sesuai kebutuhan masyarakat. Kedua, membangun kerja sama dan integrasi sistem dengan marketplace dan fintceh.

Ketiga, bank juga harus memenuhi kebutuhan sistem Pemerintah Daerah atau Pemda dengan pola penyediaan sistem dan integrasi sistem dalam pengelolaan keuangan baik pendapatan maupun pengeluaran, seperti pajak daerah, retribusi, dan implementasi NCM.

Kemudian yang keempat adalah dengan membangun sistem untuk membentuk ekosistem digital baru yang memiliki multieffect bisnis bagi bank, khususnya bagi instansi, pedagang, dan bisnis. Dalam hal ini, Bank Nagari mengimplementasinya berupa produk bernama NDM (Nagari Digital Masjid), Nagari KISS (Nagari Klinik Integration Sistem Solution), dan Nagari Griya (aplikasi untuk perumahan).

Untuk NDM misalnya, aplikasi digital masjid besutan Bank Nagari itu digunakan untuk memberikan infaq ke masjid tanpa harus datang langsung. Irsyad menerangkan aplikasi ini bisa digunakan untuk masyarakat perantau. Dengan catatan, kata Irsyad, masjid yang dituju harus terdaftar di Bank Nagari. Selain itu, nasabah juga bisa melihat laporan keuangan hingga susunan pengurus masjid.

Lalu, kelima adalah dengan melakukan integrasi sistem bank dengan instansi, lembaga bisnis, lembaga pendidikan, maupun korporasi untuk pengelolaan keuangan dan sistem pembayaran. Adapun yang keenam, yakni perbankan harus meningkatkan layanan yang lebih bersifat personal untuk meningkatkan kepuasan nasabah, seiring dengan pemenuhan kebijakan, monitoring, dan evaluasi produk digital yang telah diimplementasikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari OJK bpd Digital Banking
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top