Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Leasing Boy Thohir & Maybank (WOMF) Optimistis Laba 2022 Tembus Rp150 Miliar

WOMF dimiliki oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) dengan kepemilikan 67,49 persen dan PT Wahana Makmur Sejati dengan kepemilikan 25,01 persen yang dikend
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 04 Desember 2022  |  18:33 WIB
Leasing Boy Thohir & Maybank (WOMF) Optimistis Laba 2022 Tembus Rp150 Miliar
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang WOM Finance di Depok, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance menargetkan perolehan total pendapatan Rp1,7 triliun dan laba bersih Rp150 miliar pada 2022. Untuk itu, perseroan telah melakukan berbagai inisiatif untuk mencapai target ini.

WOMF dimiliki oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) dengan kepemilikan 67,49 persen dan PT Wahana Makmur Sejati dengan kepemilikan 25,01 persen yang dikendalikan Garibaldi 'Boy' Thohir. Sedangkan saham publik sebanyak 7,5 persen.

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan, perusahaan memproyeksikan total pendapatan pada tahun 2022 mencapai Rp1,7 triliun dengan laba bersih di atar Rp150 miliar atau meningkat lebih dari 40 persen apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, pada tahun 2022 perusahaan telah melakukan berbagai inisiatif, diantaranya meningkatkan pembiayaan konsumen melalui pengadaan program promosi yang menarik dan pemasaran secara digital seperti WOMbastis, virtual event & exhibition, dan promosi tematik lainnya.

“Perusahaan juga telah meluncurkan aplikasi Kawan sebagai salah satu digital channel yang mendukung pertumbuhan performa perusahaan,” ujar Djaja kepada Bisnis, Jumat (2/12).

Kemudian, perusahaan juga telah melakukan peningkatan proses inisiasi kredit, service level agreement (SLA) dan mekanisme sistem penerimaan kredit. Selanjutnya melakukan optimalisasi proses bisnis secara berkelanjutan menggunakan e-services, digital sign, dan e-asset.

Djaja menambahkan bahwa WOM Finance juga melakukan digitalisasi proses akuisisi melalui saluran digital untuk menciptakan konsumen baru.

Dengan sejumlah strategi bisnis yang telah dilakukan tersebut, diharapkan kinerja WOM Finance pada tahun ini mampu mencapai target tersebut, di mana pendapatan Rp1,7 triliun dan laba bersih Rp150 miliar.

Di sisi lain, berdasarkan catatan Bisnis, WOM Finance optimistis bisa mencapai target penyaluran pembiayaan tahunan, seiring kembalinya sentimen positif sejak kuartal III/2022.

Djaja mengungkap bahwa kinerja pembiayaan pada paruh awal 2022 sempat kurang optimal, dampak fenomena kelangkaan stok sepeda motor baru.

Sebagai informasi, produk kredit sepeda motor baru merupakan salah satu kontributor utama penyaluran pembiayaan WOMF, di samping pembiayaan multiguna dana tunai beragun motor (MotorKu) dan dana tunai beragun mobil (MobilKu).

"Target kami pada akhir tahun nanti tetap, dengan penyaluran pembiayaan Rp5 triliun. Hingga akhir kuartal III/2022, WOM Finance sudah berhasil mencapai Rp3,3 triliun [per September 2022], tercatat tumbuh 10 persen [year-on-year/yoy] dibandingkan periode sama tahun lalu," ujar Djaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing wom finance
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top