Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kala Mahfud MD Sindir Kasus Pinjol UIN Surakarta saat Bahas Era Digitalisasi Indonesia

Menkopolhukam Mahfud MD sindir kasus pinjol UIn Surakarta saat bahas tantangan di era digitalisasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023), mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin banyak terjadi di Indonesia./Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7/2023), mengajak negara-negara anggota Asean berkolaborasi memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin banyak terjadi di Indonesia./Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sempat menyampaikan pendapatnya mengenai kasus yang menjerat mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta.

Seperti diketahui, maba UIN Surakarta diminta untuk mendaftar pinjol sebagai syarat ospek yang diajukan oleh Dewan Mahasiswa (Dema).

Berada di seminar memperingati 41 tahun Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam di Gedung Assalaam Center Sabtu (12/8/2023), Mahfud menyindir soal kerja sama dengan sponsor yang diduga adalah pinjol.

“Ini yang sekarang kalau tidak salah di UIN Surakarta yang sedang ramai pinjol mahasiswa di sini kan? Itu yang beberapa hari ini ramai mahasiswa diminta mendaftar pinjol semua, sampai panitianya mau dipecat karena menganjurkan semua maru (mahasiswa baru) harus pinjam (di aplikasi pinjol),” celetuk Mahfud dalam seminat bertajuk “Menguatkan Peran Pesantren dalam Prespektif Keislaman dan Kebangsaan”, dikutip dari Solopos.

Menurutnya, kasus yang sedang ramai diperbincangkan ini adalah satu contoh digitalisasi yang menjadi tantangan semua pihak.

Bahaya lain yang harus dihadapi masyarakat ke depannya adalah hoaks dan ancaman digital lain.

“Orang yang kena pinjol itu sekarang karena tidak menguasai digital. Ini harus diantisipasi dengan pendidikan modern, tidak cukup tradisional-tradisional untuk masa depan mayarakat Indonesia ke depan. Apalagi sekarang semua menggunakan kecerdasan buatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan pendapatkan mengenai kemajuan teknologi, yang mana praktek penegakan hukum dan keadilan harus sejalan.

“Sekarang semua sudah pakai robotik, besok suatu saat ada pembunuhan ternyata pelakunya robot bagaimana hukum fikihnya?” tanya Mahfud MD pada hadirin.

Mahfud mengatakan meski bangsa kuat dan besar namun jika hukum dan keadilan tidak ditegakkan maka negara akan pecah.

Ia pun mencontohkan ketika bangsa sudah memiliki ideologi bahkan konstitusi yang kuat sekalipun ketika terjadi disorientasi akan timbul distrust, rakyat tidak percaya.

Akibatnya, rakyat bisa membangkang dan terjadilah disintegrasi atau perpecahan pada sebuah bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper