Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Catat Rp6,82 Triliun Modal Asing Masuk RI Pekan Kedua Desember 2023

Berdasarkan data transaksi 11–14 Desember 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp6,82 triliun.
Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik sebesar Rp6,82 triliun pada pekan kedua Desember 2023.

“Berdasarkan data transaksi 11–14 Desember 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp6,82 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (17/12/2023).

Erwin menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari beli neto Rp3,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan beli neto Rp0,34 triliun di pasar saham.

Selain itu, BI mencatat juga nonresiden beli neto sebesar Rp2,5 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Adapun sepanjang 2023, atau hingga 14 Desember 2023, BI mencatat nonresiden beli neto Rp76,66 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp17,56 triliun di pasar saham.

Lebih lanjut, hingga 14 Desember 2023, nonresidden tercatat telah beli neto sebesar Rp45,35 triliun di SRBI.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Erwin mengatakan bahwa premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 14 Desember 2023 sebesar 68,24 bps, turun dibandingkan per 8 Desember 2023 sebesar 72,85 bps.

Tingkat imbal hasil SBN 10 tahun pada Jumat pagi (15/12) tercatat turun ke 6,59%, dari 6,72% pada Kamis (14/12).

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada Jumat pagi (15/12) dibuka menguat pada level (bid) Rp15.500 per dolar AS, dari Rp15.655 per dolar AS pada Kamis (14/12).

Erwin mengatakan, dalam hal ini, BI ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper