Bisnis.com, JAKARTA - Bank DBS Indonesia menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 20% untuk bisnis pengelolaan dana nasabah kaya atau wealth management pada 2025.
Director Consumer Banking DBS Indonesia Melfrida Gultom memaparkan Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi segmen affluent dan High-Net-Worth-Individuals (HNWI) yang terus bertumbuh.
Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah prioritas perusahaan. Melfrida menuturkan, total AUM bisnis wealth management Bank DBS melalui layanan DBS Treasures dan Treasures Private Client pada 2024 lalu adalah sebesar lebih dari Rp93 triliun atau naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, jumlah nasabah DBS Treasures dan Treasures Private Client mendekati 55.000 orang.
"Untuk tahun 2025, Bank DBS Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 20%," kata Melfrida dalam media gathering di Jakarta, dikutip Rabu (19/3/2025).
Melfrida menuturkan perusahaan berkomitmen untuk menjadi mitra manajemen kekayaan yang tepercaya. Seiring dengan hal tersebut, Bank DBS telah menyiapkan beberapa strategi.
Pertama, DBS Treasures dan Treasures Private Client menghadirkan solusi yang mengintegrasikan wealth management dengan perbankan korporasi guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan aset hingga ekspansi bisnis.
"Nasabah pun diperlengkapi dengan insight pasar berbasis data, solusi manajemen bisnis digital, serta opsi pendanaan yang fleksibel. Konektivitas dengan enam negara tempat DBS Bank Ltd (Bank DBS) serta jaringan global pun dapat dimanfaatkan oleh nasabah," ujarnya.
Kedua, Bank DBS Indonesia memiliki tim ahli regional, Chief Investment Office (CIO) yang aktif menganalisis setiap sinyal, yang selanjutnya dipertajam oleh tim ahli di setiap negara untuk menjadi strategi manajemen kekayaan yang dipersonalisasi bagi tiap nasabah.
Ketiga, Relationship Manager dan tim ahli yang dimiliki Bank DBS Indonesia pun mengambil peran untuk mengkurasi setiap sinyal, insights, dan peluang untuk diolah menjadi strategi yang tajam, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Melfrida melanjutkan, mereka akan secara proaktif memberikan saran terkait investasi, tabungan, manajemen aset, hingga strategi keuangan jangka panjang untuk nasabah.
Keempat, Bank DBS Indonesia menyediakan berbagai layanan seperti tabungan, asuransi, dan produk investasi, yang semuanya dapat dipersonalisasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing nasabah.
Terakhir, Bank DBS Indonesia menerapkan teknologi dua faktor autentikasi (2FA) dan Know Your Customer (KYC), yang dilakukan dengan memanfaatkan fitur face recognition yang terintegrasi langsung dengan dukcapil, memastikan bahwa data nasabah yang digunakan untuk membuka rekening adalah autentik.
Profil Investasi Nasabah
Sementara itu, Melfrida menuturkan, produk yang paling banyak diminati oleh nasabah Bank DBS saat ini adalah obligasi pemerintah, reksa dana, dan produk valuta asing (FX).
Dia menuturkan, obligasi pemerintah tetap menjadi pilihan utama bagi nasabah yang mencari investasi dengan tingkat keamanan yang relatif tinggi dan imbal hasil yang menarik.
Sementara itu, reksa dana menawarkan diversifikasi portofolio yang lebih luas dan fleksibilitas dalam berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing nasabah. Di sisi lain, produk FX semakin diminati oleh nasabah yang ingin memanfaatkan peluang dari pergerakan nilai tukar mata uang, baik untuk lindung nilai (hedging) maupun diversifikasi aset.
"Kami melihat tren ini mencerminkan kebutuhan nasabah yang berbeda-beda dengan manajemen portofolio yang semakin dipersonalisasi di tengah dinamika pasar saat ini. Ke depan, kami akan terus berinovasi dalam menyediakan solusi Wealth Management yang sesuai dengan kebutuhan nasabah," kata Melfrida.
Sementara itu, Bank DBS juga berencana meluncurkan beberapa produk investasi baru pada 2025, seperti penambahan produk Reksa Dana serta Produk Terstruktur. Dia menuturkan, produk-produk itu dirancang untuk mendukung nasabah memaksimalkan peluang di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Selain itu, Bank DBS juga akan terus mendukung pemerintah melalui distribusi penjualan obligasi yang diterbitkan oleh negara sebagai bagian dari komitmen kami dalam menawarkan instrumen investasi yang relatif stabil dan terpercaya.