Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja perbankan syariah stagnan

JAKARTA: Setelah mengalami ekspansi positif pada triwulan I/2011, kinerja perbankan syariah pada bulan keempat cenderung stagnan.Belum selesainya infrastruktur bisnis beberapa bank syariah yang baru melakukan pemisahan usaha dinilai menjadi salah satu

JAKARTA: Setelah mengalami ekspansi positif pada triwulan I/2011, kinerja perbankan syariah pada bulan keempat cenderung stagnan.Belum selesainya infrastruktur bisnis beberapa bank syariah yang baru melakukan pemisahan usaha dinilai menjadi salah satu penyebab stagnansi dan pertumbuhan yang tidak stabil.Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) aset 11 bank syariah dan 23 unit usaha syariah pada April 2011 menurun menjadi Rp100,56 triliun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp101,18 triliun. Penurunan aset dipengaruhi pengurangan penempatan dana pada Bank Indonesia (BI) sebesar Rp1,35 triliun dari bulan sebelumnya, menjadi Rp12,33 triliun.Meski demikian, pembiayaan kepada nasabah selama April meningkat sebesar Rp1,47 triliun menjadi Rp75,72 triliun. Pada sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami penurunan walau tidak signifikan yakni berkurang Rp84 miliar menjadi Rp79,56 triliun.Kinerja tersebut memperlihatkan ekpansi perbankan syariah pada April cenderung stagnan bila dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I/2011 yang menunjukkan aset meningkat sebesar Rp3,67 triliun atau 3,76% dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp97,51 triliun. Selanjutnya pembiayaan juga meningkat sebesar Rp6,07 triliun dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp68,18 triliun dan penghimpunan DPK juga naik Rp3,62 triliun dibandingkan dengan Rp76,03 triliun.Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Ventje Rahadjo mengatakan kinerja yang cenderung stagnan tersebut merupakan dinamika bisnis bank syariah yang masih menyiapkan infrastruktur pasca pemisahan usaha dari induk.Jadi kenaikan dan penurunan kinerja tersebut memang terjadi selama kami menpersiapkan infrastruktur bisnis., ujarnya hari ini.Dia menjelaskan infrastruktur yang sedang dipersiapkan diantaranya adalah jaringan bisnis dan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan ekspansi usaha. Terutama SDM karena untuk membangun itu kami membutuhkan waktu yang cukup lama, jelasnya. Dia meyakini setelah bank syariah menyelesaikan infrastruktur tersebut maka perkembangan akan lebih cepat dan stabil. Ibaratnya mobil saat ini kami masih Inreyen, kalau itu sudah selesai maka bisa kami gas cepat dan aman, ujarnya. Ventje memperkirakan target bisnis pada tahun ini akan diraih oleh perbankan syariah seusai Idul Fitri yakni pada akhir triwulan III dan IV. Ini disebabkan selama bulan puasa bisnis bank syariah diperkirakan melambat. Pada bulan puasa bisnis cenderung tidak cepat karena di bank syariah kami seimbang antara bisnis dan hidup, ujarnya. (mmh)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper