Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya sebesar Rp51,74 triliun. Sejumlah Direksi dan Komisaris pun akan meraup pundi-pundi THR dividen dari BRI itu.
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BBRI yang digelar pada akhir bulan lalu memutuskan tebaran dividen atas laba bersih tahun buku 2024 senilai Rp51,74 triliun atau Rp343,40 per saham kepada pemegang saham BBRI.
Laba bersih BRI sepanjang tahun lalu mencapai Rp60,64 triliun. Jika dibandingkan dengan laba bersih 2024, maka besaran rasio dividen sebesar 85,32%.
Manajemen BBRI pun telah ancang-ancang menjadwalkan tebaran dividennya. Masa cum date di pasar reguler akan dijadwalkan pada 10 April 2025.
Cum date berasal dari singkatan cumulative date. Yaitu sebuah tanggal yang menentukan bagi para investor yang berhak mendapatkan dividen dari sebuah emiten. Bila pembelian saham setelah melewati jadwal cum date investor tidak memiliki hak untuk mendapatkan dividen.
Adapun, tanggal pembayaran dividen tunai BBRI kepada pemegang saham jatuh pada 23 April 2025.
Dari tebaran dividen itu, pemerintah sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 53,19% akan mendapatkan Rp27,52 triliun. Lalu, publik akan mendapatkan dividen Rp24,22 triliun.
Sementara, sejumlah Direksi BRI pun tercatat menggenggam saham BBRI. Alhasil, direksi di bank pelat merah ini pun meraup dividen dari perusahaan tempat mereka bernaung.
Sunarso selaku Direktur Utama BRI misalnya memiliki 5.868.656 lembar saham. Jika dihitung berdasarkan dividen per saham sebesar Rp343,40 per saham, maka dividen yang diraup Sunarso mencapai Rp2,01 miliar. Namun, dalam RUPST, Sunarso diberhentikan secara hormat dari jabatannya.
Kemudian, Catur Budi Harto selaku Wakil Direktur Utama BRI memiliki 4.045.557 lembar saham. Jika dihitung, nilai dividen yang diraup Catur sebesar Rp1,38 miliar. Sama seperti Sunarso, Catur pun diberhentikan dari jabatannya selaku Wakil Direktur Utama BRI dalam RUPST.
Handayani selaku Direktur Bisnis Konsumer BRI mempunyai kepemilikan saham BBRI sebanyak 5.741.900 lembar. Dia bisa mendapatkan dividen Rp1,97 miliar. Namun, RUPST juga memutuskan untuk memberhentikan Handayani dari jabatannya itu.
Supari selaku Direktur Bisnis Mikro BRI tercatat mempunyai 4.970.914 lembar saham BBRI. Maka dia akan mendapatkan dividen Rp1,7 miliar. Posisi Supari pun kena rombak dalam RUPST.
Lalu, Agus Sudiarto selaku Direktur Manajemen Risiko BRI mempunyai 3.584.100 lembar saham BBRI. Dia kemudian akan mendapatkan dividen sebesar Rp1,23 miliar. Dalam RUPST, posisi Agus Sudiarto pun kena rombak.
Agus Winardono selaku Direktur Human Capital BRI juga mempunyai 3.469.681 lembar saham di BBRI. Dia akan mendapatkan dividen sebesar Rp1,19 miliar. Namun, posisi Agus Winardono di jajaran Direksi BRI dirombak berdasarkan keputusan RUPST.
Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto memiliki saham BBRI sebanyak 3.623.454 lembar. Dia kemudian akan mendapatkan dividen Rp1,24 miliar. Posisi Amam juga terkena rombak dalam RUPST.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha mempunyai saham di BBRI sebanyak 3.421.385 lembar. Dia akan mendapatkan dividen Rp1,17 miliar. Namun, posisi Arga kemudian digeser dalam RUPST.
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mempunyai 2.989.700 lembar saham BBRI. Dia akan mendapatkan dividen Rp1,02 miliar. Posisi Andrijanto pun digeser mengacu RUPST.
Agus Noorsanto selaku Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI mempunyai 3.938.641 lembar saham BBRI. Dia akan mendapatkan dividen Rp1,35 miliar. Dalam RUPST Agus masih berada dalam jajaran Direksi BRI dengan posisi baru sebagai Wakil Direktur Utama.
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mempunyai saham BBRI sebanyak 3.819.500 lembar. Dia akan mendapatkan dividen Rp1,31 miliar. RUPST BRI masih mempertahankan Viviana selaku Direktur Keuangan BRI.
Direksi BRI lainnya yakni Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto. Dengan jumlah kepemilikan mencapai 5.454.170 lembar saham, Solichin akan meraup dividen dari BBRI sebesar Rp1,87 miliar. Ahmad Solichin masih berada di jajaran Direksi BRI mengacu RUPST dan ditunjuk sebagai Direktur Human Capital & Compliance.
Sementara di jajaran komisaris, Wakil Menteri BUMN yang merupakan Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo menggenggam sebanyak 1.678.000 lembar saham BBRI. Ia pun akan mendapatkan dividen BBRI sebesar Rp576,22 juta.
Awan Nurmawan Nuh selaku Komisaris BRI pun menggenggam 712.500 lembar saham BBRI. Ia kemudian menerima dividen sebesar Rp244,67 juta.
Rabin Indrajad Hattari selaku Komisaris BRI pun menggenggam sebanyak 1.510.100 lembar saham BBRI. Alhasil, ia meraup dividen BBRI sebanyak Rp518,56 juta. Namun, posisinya di jajaran Komisaris BRI digeser dalam RUPST.
Dalam RUPST banyak posisi di Direksi dan Komisaris terkena perombakan. Di posisi Direksi, hasil perombakan kemudian hanya menyisakan tiga Direksi lama yang masih bertahan yakni Agus Noorsanto, Ahmad Solichin Lutfiyanto, serta Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari.