Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah telat antisipasi, bankir syariah terbatas

JAKARTA: Minimnya jumlah bankir syariah di Indonesia dituding merupakan kesalahan pemerintah yang terlambat mendorong lahirnya jurusan ilmu keuangan syariah di berbagai perguruan tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus, pemerintah dinilai menghambat lahirnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  12:50 WIB

JAKARTA: Minimnya jumlah bankir syariah di Indonesia dituding merupakan kesalahan pemerintah yang terlambat mendorong lahirnya jurusan ilmu keuangan syariah di berbagai perguruan tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus, pemerintah dinilai menghambat lahirnya jurusan keuangan syariah.Sofyan S. Harahap, Director Islamic Banking and  Finance Universitas Trisakti, mengatakan Pemerintah terlambat mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dari lembaga keuangan syariah.“Ini merupakan kesalahan Kementerian Pendidikan Nasional yang tidak mau mendengar aspirasi kebutuhan akan pendidikan keuangan syariah. Pemerintah tidak cepat mengantisipasi dan tidak melihat prospek akan kebutuhan dari lembaga keuangan syariah,” ujarnya, hari ini.Akibatnya, lembaga keuangan syariah tumbuh lebih cepat daripada ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam keuangan syariah. Beberapa bank syariah bahkan mengalami hambatan dalam ekspansi bisnis karena tidak tersedianya para bankir.“Sebanyak 70% bankir syariah itu berasal dari konvensional karena kurangnya lulusan pendidikan keuangan syariah. Karena kurang, bajak membajak bankir antar bank syariah juga sering terjadi,” ujarnya.Meski jurusan keuangan syariah sudah lahir di beberapa Universitas, namun Sofyan melihat masih ada sejumlah hambatan dari Kemendiknas. Menurut dia, masih ada sejumlah persyaratan berat yang dibebankan kepada lembaga pendidikan untuk membuka jurusan Keuangan Syariah.“Misalnya untuk membuka jurusan harus ada tenaga pengajar dengan level Doktor 3 orang. Ini jelas memberatkan,” ujarnya.Seharusnya, lanjut dia, pemerintah mengurangi hambatan-hambatan tersebut dan memperbanyak insentif bagi lembaga keuangan, diantaranya adalah beasiswa. “Kalau pemerintah memberikan 1.000 beasiswa akan cepat memperbesar jumlah ketersediaan tenaga kerja,” ujarnya.Dia berpandangan kebutuhan akan bankir syariah pada tahun depan akan mencapai 12.000 orang dan akan terus bertambah pada tahun berikutnya.Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad juga mengakui jumlah bankir syariah saat ini masih kurang. Muliaman berpandangan dalam lima tahun ini dibutuhkan sekitar 40.000 tenaga kerja.Dalam tiga tahun ini, perbankan syariah tumbuh lebih cepat daripada tahun sebelumnya, yang didorong oleh lahirnya sejumlah bank syariah baik dari pemisahaan unit usaha syariah dari induk, maupun dari konversi. Saat ini tercatat ada 11 bank syariah dan 23 unit usaha syariah, dan 154 bank perkreditan rakyat syariah.(mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top