Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BII optimistis migrasi kartu ATM & debet rampung 2012

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk optimistis seluruh mesin anjungan tunai mandiri dan kartu debet yang dimiliki perseroan sudah siap menggunakan teknologi chip pada akhir 2012 dan dapat beroperasi dengan teknologi baru pada 2013. Head
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 14 November 2011  |  18:38 WIB

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk optimistis seluruh mesin anjungan tunai mandiri dan kartu debet yang dimiliki perseroan sudah siap menggunakan teknologi chip pada akhir 2012 dan dapat beroperasi dengan teknologi baru pada 2013. Head of Information Technology Bank Internasional Indonesia (BII) Y.B Harianto mengungkapkan saat ini 80% mesin anjungan tunai mandiri (ATM) perseroan telah menggunakan teknologi baru sehingga proses migrasi lebih banyak melibatkan perubahan perangkat lunak (software). "Proyek migrasi masih berjalan. Namun hardware [perangkat keras] ATM kami sudah bisa untuk teknologi yang baru, dari 1.050 mesin sekitar 80% sudah siap. Saat ini kami hanya mengembangkan software [perangkat lunak] saja," ungkapnya, hari ini. Dengan demikian dia mengaku perseroan tidak perlu banyak berinvestasi untuk migrasi perangkat keras. Menurutnya yang akan banyak membutuhkan dana adalah untuk migrasi kartu debet. Biaya untuk mengubah kartu debet dari pita magnetik menjadi chip US$1—US$3 per keping. Adapun Stephen S. Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII, mengatakan jumlah kartu debet BII yang beredar saat ini sekitar 700.000 keping. Dengan demikian proses migrasi akan menimbulkan potensi biaya tambahan (overhead) US$700.000—US$2,1 juta. Meski demikian Harianto optimistis biaya tersebut dapat ditekan karena dia optimistis pada akhirnya industri perbankan, bahkan Bank Indonesia akan bekerja sama agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam pengubahan ini. Sebelumnya ada wacana untuk mengajukan penawaran bersama-sama dari industri perbankan kepada industri produsen kartu. Diharapkan hal tersebut dapat menurunkan harga migrasi kartu yang akan ditanggung oleh perbankan. Namun hal tersebut belum dibicarakan dalam forum formal karena masing-masing bank masih fokus pada kesiapan internal terlebih dahulu. "Nanti industri perbankan pasti akan berbicara, tetapi saat ini belum karena kami masih berbenah internal. Pada saatnya bahkan dari BI juga pasti ada pembicaraan teknis agar hal ini lebih mudah terlaksana," jelasnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top