Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OCBC NISP pacu penyaluran kredit usaha emerging business

BANDUNG: PT Bank OCBC NISP Tbk akan fokus pada pengembangan penyaluran kredit ke sektor usaha emerging business dengan target penyaluran kredit baru Rp2 triliun pada tahun depan.Emerging business yang dimaksud adalah pembiayaan pembelian properti dan
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 24 November 2011  |  20:13 WIB

BANDUNG: PT Bank OCBC NISP Tbk akan fokus pada pengembangan penyaluran kredit ke sektor usaha emerging business dengan target penyaluran kredit baru Rp2 triliun pada tahun depan.Emerging business yang dimaksud adalah pembiayaan pembelian properti dan modal kerja dengan fokus pembiayaan hingga Rp10 miliar. National Emerging Business Head Bank OCBC NISP Thomas Low S. K mengungkapkan kredit untuk sektor tersebut akan terus ditingkatkan dari segi pertumbuhan maupun porsi dari total kredit yang disalurkan. "Meskipun tahun depan ada kekhawatiran terjadi pengetatan kredit, tetapi kami optimistis akan terus meningkatkan kredit dan tidak ada masalah dengan LDR (loan to deposit ratio/ rasio kredit terhadap dana pihak ketiga) yang saat ini mencapai 84%," jelasnya, hari ini. Menurutnya, perseroan saat ini meminta para debitur yang meminjam dari perseroan untuk turut memanfaatkan produk tabungan maupun deposito dari Bank OCBC NISP. Dengan demikian para kreditur sekaligus juga memecahkan masalah pengetatan likuiditas sedangkan bank dapat terus memantau kemampuan keuangan nasabah. Thomas mengaku optimistis terhadap penyaluran kredit skala UMKM mengingat besarnya pasar yang belum digarap. Hal tersebut tercermin dari tingginya permintaan kredit kepada sektor tersebut. Selain itu, lanjutnya, rasio kredit bermasalah (NPL/ non performing loan) perseroan yang berasal dari emerging business masih di bawah 3%. Sementara rasio kredit bermasalah secara keseluruhan hanya mencapai 0,76% per September 2011. "Karakter pengusaha skala kecil di Indonesia itu jauh lebih tahan krisis, misalnya jika dibandingkan dengan di Singapura yang lebih banyak berbasis ekspor. Dengan demikian ada lebih banyak potensi, terutama dalam menghadapi keadaan yang menuju krisis seperti saat ini," jelasnya. Menurutnya paparan usaha kecil Indonesia kepada perbankan masih sangat kecil, dengan jumlah kredit luar negeri yang relatif tidak ada dan input lokal sehingga usaha kecil di Indonesia menjadi tahan terhadap krisis. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top